Jejaring Sosial, Mulutmu Harimaumu

Minggu, Februari 17, 2013 0
Bertutur kata yang baik ketika pikiran, jiwa, dan raga sedang sehat juga baik, adalah biasa. Namun, bertutur kata yang baik saat emosi tidak stabil, jiwa porak poranda, dan akal sehat tak lagi di tempat, adalah luar biasa.
Luar biasanya lagi adalah ketika kita mau belajar menata hati agar tetap "bertutur kata yang baik saat marah", tak perlu sampai sumpah serapah atau mengeluarkan kata-kata yang bisa jadi lebih menyakitkan daripada penyebab marah itu sendiri, cukup didoakan saja, karena sebaik-baik balasan adalah milik Allah :)


Representatif lidah tak hanya dengan lisan, namun juga dengan tulisan. Facebook itu ibarat rumah kita, ketika kita membuka inbox, timeline, status, atau postingan-postingan orang lain kemudian kita berkomentar, dsb. adalah ibarat kita sedang bertamu. Sehingga gunakan adab bertamu sebagaimana mestinya, termasuk menutupi aib saudara sebagaimana Allah menutupinya dengan aman. Catatan malaikat kanan kiri tentunya juga akan berlaku, mereka juga bekerja di sini. Berhati-hatilah.


"esensi MENJAGA LISAN itu seperti apa sih?" tanyaku pada seorang sahabat

Brownies Kukus Sakina

Selasa, Januari 29, 2013 1
Okey, sebelum membuat kita siapkan alat dan bahan terlebih dahulu yuk.

Alat:
1. Mixer
2. Timbangan/Neraca
3. Sendok/Garpu,dsb.

4. Baskom
5. Kukusan
6. Kompor
7. Loyang
8. Panci Besar
9. Panci kecil

Bahan:
1. Tepung terigu 1/4kg
2. Telur 4 butir
3. Gula 200gram atau lebih boleh suka-suka tergantung kadar kemanisan yang diinginkan
4. Mentega 50 gram
5. Coklat Batang 250 gram
6. Ovalet 1 sendok teh
7. Kismis

Semua alat dan ukuran bahan bisa dikreasikan sendiri, segala perhitungan di atas adalah standartnya. Namun kata ibu jaman dahulu, semakin suatu resep tidak ada takaran yang pas, semakin berpeluang untuk menjadi enak. Dengan kata lain, takarannya sesuai dengan hati, rasakanlah dengan hati sampai terasa pas, masing-masing dari kita terutama kaum ibu mempunyai insting yang oke untuk ini, manfaatkanlah, hehe.
Tereng-tereng, dan caranya adalah sebagai berikut.

Sebelumnya, siapkan loyang dengan melumurinya mentega dan tepung terigu agar dalam proses pengkukusan nanti adonan tidak lengket setelah jadi. Siapkan kukusan, nyalakan api kecil, masukkan loyang yang telah siap ke dalam kukusan. Biarkan alat ini bekerja. Sisihkan kemudian kita membuat adonan :)

Pertama membuat lelehan coklat, lelehkan mentega dengan batang cokelat, caranya beri air di panci besar kira-kira setengahnya, jangan sampai penuh. Kemudian di atas panci besar yang berisi air tadi tempatkan panci kecil, di dalam panci kecil ini isi mentega dan cokelat  yang akan dilelehkan. (hanya berisi mentega dan cokelat, no air).

Kerudung Sifon dari Kampung Arab

Minggu, Januari 20, 2013 4
Hari ini, aku pergi ke kampung Arab bersama dua kawan rantauku di Malang. Tujuannya untuk membeli jilbab. Eitss, namun belinya tak asal beli, kami membeli untuk menjualnya kembali di kampung halaman. Istilah jawa-nya adalah kulakan, asyik. Sepertinya benar, "buah jatuh tak jauh dari akarnya, eh pohonnya", hehe. Jiwa wirausaha ayahku memang sudah lama merasuk dalam tubuh, namun akhir-akhir ini terasa begitu parah, sampai-sampai uang sudah hampir habis pun dibela-belain kulakan. Tau aja kalo mau pulang kampung, dihabis-habisin buat kulakan. Semoga cukup sampai tujuan yak, heem.
Dalam masa uji coba, aku membeli empat potong jilbab berbahan kain sifon. Konon katanya bahan ini sedang menjadi favorit di kalangan remaja. Bahan ini semacam paris, namun lebih tebal dan halus. Aku membeli dengan lebar yang cukup untuk sebuah jilbab segiempat agar tidak terawang. Aku juga memilih warna yang tidak terlalu muda, karena jika terlalu muda akan terlihat sedikit terawang. Kita harus tetap syar'i, meski kita suka mengikuti tren. Ingat, harus tetap menjadi pematuh syariah yak 8).
Cukup bagus dan menarik kulakan jilbab di sini. Aku membeli warna peach, ungu tua, orange segar, dan merah hati. Doakan semoga orang-orang di kampungku banyak yang suka ya :)
Jika yang baca juga suka, boleh pesan deh di sini, kasih komentar di tulisan yang ini. Limited Edition lho, hehehe.
bahan: kain sifon polos halus
lebar: 1.15 cm
harga: 35.000 rupiah

Kursus Menjahit

Sabtu, Januari 19, 2013 20
Mengingat kedua mbah putri saya yang di Gresik maupun yang di Ponorogo (almh.) adalah seorang penjahit, maka merasa malu jika cucu putri-nya tidak bisa menjahit, hehe. Sebenarnya keinginan ini sudah sejak lama, namun baru muncul serta bisa merealisasikannya akhir-akhir ini.
Semua perempuan pasti memiliki naluri keibuan. Satu impian yang ingin saya lakukan ketika menjadi ibu adalah membuatkan baju untuk anak-anak. Tak lama Allah memperlancar keinginan saya untuk belajar. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan belajar menjahit bersama bunda. Beliau adalah tukang penjahit baju saya selama di Malang. Mengapa dipanggil bunda? Ceritanya karena anak semata wayang beliau memanggil Bunda. Nama sebenarnya Ibu Arafah.
Hari itu saya melangkahkan kaki menuju rumah bunda untuk menjahitkan baju gamis. Saya dan seorang kawan yang ingin belajar menjahit berkeinginan menyampaikan maksud ini kepada beliau. Ceritanya lagi nih, sekali tempuh dua maksud tersampaikan. Maksud pertama menjahitkan kain untuk baju gamis, dan maksud kedua adalah belajar menjahit bersama bunda. Sebelumnya sempat berdebar-debar, kira-kira bunda mau gak ya ngajarin kita. Dalam feeling saya, melihat bunda yang ramah seperti itu, saya menyimpulkan bahwa bunda bersedia. Sebelum diukur, kami sudah menyinggung soal belajar menjahit. Amazing, respon bunda begitu cepat. Bunda juga bilang bahwa pernah ada yang seperti kami juga belajar di tempat bunda, yaitu mahasiswi semester akhir yang sudah mau pulang ke kampung halamannya masing-masing dan ingin membawa bekal keahlian menjahit. Tak tanggung-tanggung, bunda juga memotivasi kita bahwa karena semua ada ilmunya maka semua itu bisa dipelajari. So sweet, semoga kami bisa bertahan hingga final.
Setelah saya diukur bunda untuk keperluan pembuatan gamis (maksud pertama tadi), bunda langsung menuliskan peralatan dan bahan-bahan yang harus kami miliki untuk belajar menjahit. Bunda mencatatkannya di kertas, dan menyuruh kami membeli semua itu di toko khusus penjualan alat-alat menjahit di daerah Dinoyo. Alat dan bahan yang dituliskan di secarik kertas itu adalah:
1. Alat tulis
2. Buku besar (folio)
3. Pensil merah biru atau spidol
4. Skala (penggaris kertas)
5. Jarum pentul
6. Gunting
7. Kertas blat
8. Rader


Semoga kami lulus hingga tingkat mahir.
Alhamdulillah, mesin jahit di rumah akan segera dinaikkan ke atas lagi dan bisa bermanfaat. Doakan kami ya teman-teman :)

[Repost] Sebuah Nasehat untuk Nasehat

Jumat, Januari 11, 2013 0

Wudhu seperti itu tuh salah!” seseorang berkopiah dengan baju koko putih bersih tiba-tiba bercelutuk ketika melihat seorang pria sedang berwudhu.
Seketika juga sang pria tersentak dan terhenti dari wudhunya. Kepada siapa lagi pria berbaju koko ini berbicara kalau tidak kepadanya karena dia lah satu-satunya yang berwudhu saat itu. Sedangkan yang lainnya hanyalah bocah-bocah yang ramai bermain dalam keceriaan. Saat itu juga tiba-tiba keramaian bocah terhenti. Seluruh mata kini reflek menatap pria dengan parfum yang tercium harum tersebut dan kemudian berbalik menatap pria yang sedang berwudhu.

“Terus bagaimana yang benar?” sang pria pun akhirnya balik bertanya dengan wajah sedikit merah padam. Suaranya serak seperti menahan amarah. Rupanya sang pria sedikit jengkel juga walaupun dia menyadari bahwa dirinya salah. Tepatnya sang pria kesal karena malu. Di sana banyak orang dan banyak anak kecil juga salah satu putranya yang kini menyaksikan ayahnya yang tak becus dalam berwudhu.

Dalam hati kini pria membatin “Mentang-mentang banyak ilmunya!” alih-alih merasa berterima kasih karena tengah hendak dibetulkan wudhunya, sang pria malah beralih meredam sakit hati dalam hati karena telah ditegur terang-terangan di depan orang banyak. Sang pria hanyalah manusia biasa yang pastinya punya perasaan.

Sedikit merenung tadi malam setelah membaca sebuah buku pada bab Nasihat dan akhirnya membuat saya tergerak menuliskan ini. Bukan karena apa-apa namun lebih karena saya amat tertohok dengan setiap baris kata-kata di dalamnya. Karena saya baru sadar bahwa ternyata menasehati itu amat tinggi pahalanya di sisi Allah. Dan karena saya juga miskin ilmu sehingga tak dapat menasehati, maka tidak apalah, semoga sepenggal tulisan yang merupakan rangkuman dari beberapa tulisan ini merupakan sebuah nasihat yang baik.

Longing, Secret, and Awesome

Longing, Secret, and Awesome

Selasa, Januari 08, 2013 0

Bismillah, catatan ini kutulis setelah iseng-iseng melihat foto-foto, dan tak sengaja menemukan foto-foto ketika liburan bersama teman-teman FLP di Batu Secret Zoo (BSZ). Tiba-tiba gemuruh batinku mengingat sesuatu. Selain teringat sebuah janji menulis kepada Pak Dian tentang perjalanan liburan ke BSZ, foto-foto ini mengingatkanku pada suatu rasa yang campur aduk, yang jelas rasa ini bernama KANGEN. Sungguh, dari ujung rambut hingga ujung ibu jari kakiku, aku merindukan teman-teman FLP. Semoga tanggal pertemuan kita yang telah dijanjikan terasa tidak lama ya.

Masih ingatkah ketika itu kita bersiap menuju Batu Secret Zoo dengan naik angkot? Kita berkumpul di Terminal Landungsari. Hal yang paling kuingat adalah aku mencicipi kepada kalian brownies buatanku. Satu rahasia, brownies itu kubuat dengan meminjam dapur mbak Wulan, H-1 sebelum keberangkatan kita menuju Batu. Pokoknya hari itu serba merepotkan mbak Wulan. Tapi, semoga rasanya tidak mengecewakan, yang jelas aku membuatnya dengan sepenuh CINTA :)
Perjalanan ke Batu yang begitu menyenangkan.

Sesampainya di BSZ, kita sarapan dengan ayam dan minum susu segar dari DAU. Pokoknya semua kelengkapan gizi kita sebelum masuk BSZ serba sudah siap, dan orang-orang di balik layar atas semua itu, tereng-tereng.... Inilah PAHLAWAN PERUT KITA, Mbak Agie dan Ibunya + Pak Day. Arigato Gozaimash :)
Kebayaaang betapaa serunya piknik kita waktu itu.

Tak lama, sebelum kita masuk BSZ, ternyata eh ternyata kita harus mengantri (padahal tiket sudah di tangan). Hem karena pengunjung yang banyak sekali, dua kali, tiga kali, maka kita harus mengantri sodara-sodara. Sudah mirip antrian jatah sembako atau subsidi BBM gak sih? hoho. Okeh, eitz ada yang ketinggalan sebelum itu, ibu-ibu pada hunting dulu nih di pasar depan BSZ, hunting TOPI, aha kan lebih cakepan pake topi, ups tapi pada seragam semua nih modelnya, kayak anak panti dari yayasan manaa gitu :P Tapii, emang kita pikirin?? kagaaak, kita kan se-hati beribu cinta ya buu :) *lirik Maulida dan mbak Lin

Yak, saatnya yang ditunggu-tunggu, kita masuk  BSZ teman-teman, tak lupa NARSIS dulu, action ^_~ *gubrak

Mbak Ruki dan Sop Daging

Jumat, November 02, 2012 0

alhamdulillah selesai masak sop daging kepikiran pingin nulis kejadian ini, cerita hari ini.

pacaran dengan rewang barunya mama yang super gombal, berdua sendirian di rumah.
saya : mbak namanya siapa?
mbak ruki : ruki (sambil berjabat tangan), kalau mbak?
saya : firsty :)
mbak ruki : wah namanya cantik secantik orangnya 
saya : (padahal belum mandi, ketahuan gombalnya) hehe, putranya mbak ada berapa?
mbak ruki : dua, tapi yang satu sudah meninggal
saya : innalillahi...

empat jam berlalu pekerjaan mbak ruki selesai, giliran saya bersiap masak sop daging dan mbak Ruki setrika.
mbak ruki: mbak firsty, kulo niku mboten saged masak, dados ibuk mboten nateh nyuwun kulo masak (baca: mbak firsty, ibuk tidak pernah menyuruh saya memasak, karena saya tidak bisa memasak).
saya : hanya tersenyum, sambil mringis
mbak ruki: mbak sekolah dokter to teng Malang? nerusaken ibuk?
saya : zzzzZZZZZZ, dokter-dokteran (dokter jiwa-dokter cinta), hehe, mboten mbak
mbak ruki: e... tak kira nek nerusaken ibuk, ibuk niku kuat yo mbak, wangsul jam kaleh welas, nusul adik, wangsul mengke berangkat meleh, dereng pasiene sing teng nggriya
saya: iya mbak, jadi butuh mbak Ruki :)

coba bayangin sampai ngobrolin soal PNS, kongkalikong, KKN, pergaulan bebas anak, dsb. gara-gara obrolan ini, aku memanggil mbak Ruki jadi ibuk.

[Repost 4] Parenting Class

Senin, Oktober 08, 2012 0
Pemateri: Ustadz Dwi Aprianto dan Ustadzah Febriana Rismayanti
Moderator: dr. Fajar N.
Bagaimana Karakter Orang Tua Ideal Menurut Islam?
Gambaran orang tua ideal itu Rasulullah SAW. Perhatikan kisah Nabi Sulaiman as. dengan rombongan semut. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkai ridhai, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS An-Naml:18-19)
Hal yang sangat menarik dari kisah Sulaiman di lembah semut tersebut adalah bahwa ketika melihat sikap seekor ratu semut, Sulaiman as. langsung teringat kedua ibu bapaknya.

Apa hubungan ratu semut dengan orang tua?
Ternyata, jika diperhatikan, sikap ratu semut dalam menghadapi anak-anaknya maka di sana akan diperoleh pelajaran berharga betapa ratu semut adalah tipe orang tua yang sangat ideal yang semestinya diteladani setiap orang tua.
Pelajaran dari Semut untuk Orang Tua:
• Ratu semut adalah pelindung dan teladan bagi semut yang lain
• Semut adalah binatang komunal dan selalu bekerja sama untuk kepentingan bersama
• Semut sangat rukun dan saling menyayangi
• Semut adalah binatang pekerja keras, kuat, dan kreatif
• Semut adalah binatang yang rajin “menabung” dan visioner
• Semut suka berbagi, tidak rakus, dan tidak menang sendiri
• Semut hidup teratur dan disiplin

Paham Pernikahan:
• Menikah adalah sarana beribadah kepada Allah SWT
• Keluarga SAMARA adalah tulang punggung ummat dan Negara
• Menikah adalah tumbuhnya cinta karena Allah SWT kepada pasangan
• Menikah adalah bersatunya 2 keluarga
• Menikah adalah memberikan persembahan yang terbaik kepada Allah SWT, yaitu pasangannya
• Menikah adalah sarana berbakti kepada orang tua
• Menikah adalah harapan untuk membentuk generasi yang terbaik
• Pernikahan adalah senantiasa berkorban untuk pasangan, bukan untuk menuntut diperhatikan

[Repost 3] Ikhlas Berproses

Senin, Oktober 08, 2012 0
Pemateri: Ustadz Salim A. Fillah
Moderator: Arief Budi L., SE

Ta’aruf merupakan istilah yang rawan dalam proses penjagaan hati. Pada zaman Rasulullah SAW, seseorang yang ingin mencari calon istri tidak perlu ta’arufan dengan calon istrinya cukup ta’arufan dengan ayah si calon istri tersebut karena anak adalah cerminan dari ayahnya. Itu jaman doeloe, hehehe. Memangnya sekarang bagaimana? Lanjut yuk :)

Kalau sekarang mah sulit banget eaa jika kita ingin mengenal calon kita hanya dengan mengenal ayahnya doank, cz anak jaman sekarang tuh yaa… udah gak murni sebagai cerminan dari orang tuanya terutama ayahnya. Sudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Kasarnya, kita ini anaknya lingkungan hehehe.

Oleh karena itu, muncullah istilah ta’aruf-an dengan tujuan agar kedua pihak bisa saling mengenal sehingga mampu merencanakan step-step yang akan mereka jalani selanjutnya. Ta’arufan ini untuk menyatukan visi dan misi di antara keduanya. Sevisi dan semisi inilah yang menjadikan pernikahan menjadi barokah.

Kata Kunci Ta’aruf
• Ada perbedaan
• Perbedaan itu bukan untuk memperuncing tapi agar bisa lebih saling mengenal
• Membicarakan masalah TAQWA kepada Allah SWT

Kita sering mendengar istilah pacaran? Sebenarnya awal mula munculnya istilah tersebut dari mana sih? Istilah pacaran tuh sebenarnya berasal dari suatu daerah, entah di Kalimantan atau Sulawesi, saya lupa neh :(
Ceritanya gini, dulu, di daerah tersebut, jika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan dan ingin menikahinya maka dia akan meniup seruling sambil mendendangkan sebuah lagu di atas pohon yang sekiranya dekat dengan rumah gadis tersebut. Tiupan seruling dan lagu tersebut emang sengaja dikeraskan agar ayah si gadis mendengarnya sehingga dia tertangkap basah oleh si ayah tersebut. Kalo dia udahketangkep basah, maka dia akan dipanggil oleh ayah si gadis. Si ayah akan bertanya:

[Repost 2] Indahnya Menjaga Hati

Senin, Oktober 08, 2012 0
Pemateri: Ustadz Endri Nugraha Laksana
Moderator: Gamal, S.Ked.

Menurut Ustadz Endri, hati itu merupakan sesuatu yang unik dan dapat dibolak-balikkan. Allah SWT yang menjadi dinding atau pembatas antara kita dan hati kita. Oleh karena itu, jika kita ingin meneguhkan hati kita maka satu-satunya cara ialah dengan berserah dan mendekatkan diri kepada Dzat yang mampu membolak-balikkan hati manusia, yaitu Allah SWT. 

Jadikanlah Allah SWT sebagai kekasih yang tertinggi dalam kehidupan kita. Tak ada sesuatu pun yang menandingi kenikmatan saat berjumpa dengan kekasih kita, Allah SWT. Ada hadits yang menyebutkan, “Nanti di akhirat, kamu dapat melihat wajah Allah SWT bagaikan bulan purnama.” Kenikmatan inilah yang menjadikan seorang wanita (pada zaman Rasulullah SAW) berdoa kepada-Nya dengan doa yang sederhana tetapi syarat makna, yaitu “Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai tetangga-Mu di akhirat kelak.”
Jika dibaca sekilas memang doa tersebut terlihat sangat sederhana. Namun, jika kita perhatikan dan pahami secara baik-baik, betapa syarat makna doa tersebut. Wanita itu hanya ingin menjadi tetangga Allah SWT agar setiap detik, setiap menit, kapan pun dia mau, dia bisa melihat wajah Allah SWT yang dapat memberikan kenikmatan yang tiada duanya diantara kenikmatan-kenikmatan lain yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya.

Sesungguhnya, Islam itu bukanlah agama yang dilandasi kekerasan. Begini dilarang. Begitu dilarang. Ini nggak boleh. Itu nggak boleh. Terus gimana donk yang dibolehin? Beberapa umat Islam yang kurang mengerti dan memahami ajaran Islam dengan baik dan tepat, mungkin akan merasa terkekang dengan agama ini. Namun, jika kita mampu memahami dan mengerti islam dengan baik, tentu hidup kita akan terasa tentram. Tak akan merasa terbebani oleh larangan-larangan yang memang harus kita tinggalkan.Toh itu demi kemaslahatan kita juga? :)

Manisnya iman yang akan menuntun kita untuk memahami dan mengerti islam dengan baik dan tepat sehingga kita mampu menjalankan roda kehiduan sesuai syariat-syariat islam. Menurut Ustadz Endri, manisnya iman untuk memahami Islam dapat menimbulkan kerinduan kepada Allah SWT, kekasih kita yang tertinggi.

Islam tidak pernah melarang adanya “RASA CINTA” kepada lawan jenis. Hanya saja, kapan waktu yang tepat untuk mengekspresikan “RASA” itu, bagaimana cara yang diperbolehkan untuk mengekspresikannya. Inilah yang harus kita kelola dengan baik dan tepat. Jika “RASA” itu ada, belum tentu harus dituruti, janganlah dilebih-lebihkan, namun KELOLA RASA ITU DENGAN BAIK :)

[Repost 1] Kesehatan Reproduksi

Senin, Oktober 08, 2012 0
Pemateri: Dr. dr. Loeki Enggar, M.Kes., Sp.Park.
Moderator: Nur Hidayati Azhar, S.Ked.

Banyak yang harus kita persiapkan jika ingin menuju ke janjang pernikahan, baik persiapan fisik, mental, maupun sosial. Jika ketiga sistem tersebut dapat diintegrasikan dengan baik dan tepat, insyaAllah pernikahan tersebut akan menghasilkan kehidupan keluarga yang harmonis, selaras, dan seimbang. Pernikahan tersebut akan menjadi : Pernikahan SAMARA: sakinah, mawaddah, wa rahmah :) 

Salah satu persiapan fisik yang kita butuhkan adalah menjaga kesehatan organ reproduksi kita yang notabene organ yang memegang peranan penting dalam proses pembentukan generasi baru. Bukankah salah satu tujuan diadakannya pernikahan untuk menghasilkan generasi baru? hehehehe

Kesehatan Reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, namun dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.

Hak Reproduksi dapat dijelaskan sebagai “setiap orang baik laki-laki maupun perempuan (tanpa memandang perbedaan kelas social, suku, umur, agama, dll) mempunyai hak yang sama untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab (kepada diri, keluarga, dan masyarakat) mengenai jumlah anak, jarak antar anak, serta untuk menentukan waktu kelahiran anak dan dimana akan melahirkan.”

Sebagai calon pasangan (bagi yang belum nikah) dan pasangan (bagi yang telah nikah) sudah sewajarnya jika kita senantiasa memelihara dan menjaga kesehatan reproduksi kita. Organ reproduksi yang baik dan sehat tentu akan menghasilkan produk yang sehat pula, dan sebaliknya.

Berikut merupakan cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi:
a. Penjagaan Umum
• Mandi
• Wudhu
• Istinja
b. Penjagaan Khusus bagi Laki-laki
• Mencukur rambut kemaluan
• Berkhitan
c. Penjagaan Khusus bagi Perempuan
• Cara istinja
• Mencukur rambut kemaluan
• Kebersihan pada saat haid
• Pkaian dalam/celana panjang yang tidak ketat
• Bahan tidak terbuat dari nilon

Status Gizi juga mempunyai pengaruh yang penting terhadap kesehatan organ reproduksi. Kebutuhan zat gizi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas, dan status gizi seseorang. Zat gizi dibutuhkan untuk penyempurnaan pertumbuhan, dan fungsi organ reproduksi. Kekurangan nutrisi akan mempengaruhi sistem reproduksi. Misalnya, anemia dan status gizi yang kurang dapat menyebabkan seorang perempuan melahirkan bayi BBLR dan terjadi perdarahan saat melahirkan. Banyak penelitian membuktikan bahwa gizi

Selamatkan Hati dengan Berpuasa

Sabtu, September 22, 2012 0

Berpuasa terbukti menyehatkan, sebenarnya berpuasa tak hanya menyehatkan namun juga melindungi. Sekarang pertanyaannya, kira-kira organ tubuh apakah yang khususon sehat dan terlindungi karena berpuasa? 

Begitulah kurang lebih dosen saya membuka diskusi pada salah satu mata kuliah. Bapak Dosen saya satu ini selalu membawa kuliah pada makna-makna kehidupan utamanya makna secara ruhiyah. Mungkin memang selain itu, tema mata kuliah ini adalah "eksplorasi". Saya senang belajar di suasana kelas beliau, selalu meneduhkan, subhana ALLAH.

Setelah begitu banyak teman-teman ribut mencari jawaban yang benar, akhirnya waktu yang dinanti pun tiba. Yaitu penjelasannya, berikut sedikit ulasan saya menyimpulkan penjelasan panjang lebar dosen.

Adalah liver, liver memiliki fungsi utama sebagai filter darah, darah yang beredar di tubuh akan dibersihkan dan disaring oleh liver dari bahan beracun yang masuk melalui makanan ataupun pernapasan. Ketika berpuasa, liver akan beristirahat utk menetralisir racun-racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Hal ini memberi kesempatan liver untuk sedikit beristirahat dari beban kerja detoksifikasi racun tersebut dan liver pun dapat melakukan fungsi lain seperti memproduksi getah/enzim lebih banyak yang akan disimpan di kantong empedu. Getah tersebut nantinya akan dibutuhkan organ tubuh lain untuk memecah senyawa, dsb.

Intinya, berpuasa akan melindungi dan mencegah penyakit hati. Jadi pentinglah sekiranya kita membantu meringankan kerja hati dengan berpuasa :)
#Selamatkan Hati dengan Berpuasa