Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan

Mencuci Piring Tak Bersih, Bisa Sebabkan TBC

Rabu, Juni 05, 2013 1
Sebelumnya, ijinkan saya mengutip kata-kata pak puh yang kemarin sedikit memberi wejangan kepada saya soal kesehatan: Gaya hidup sehat, menjaga kesehatan, pengobatan yang dilakukan jika sakit dan usaha-usaha untuk sembuh, semuanya hanyalah sekedar upaya manusia untuk memperpanjang usia. Tidak bisa benar-benar sehat atau sembuh bagi yang sudah sakit. Ini adalah prinsip sehat yang harus tertancap di benak manusia. Manusia pasti akan merasakan mati, dan semua upaya yang dilakukan semata untuk memperpanjang usia.

10 tahun yang lalu....
"Nduk kalo nyuci piring yang bersih, jangan ada sisa makanan yang lengket, bisa menyebabkan TBC kalau ndak bersih..."

Kurang lebih seperti itu ibuku menyampaikan sarannya padaku ketika aku membantu "isah-isah". Kala itu aku masih berumur 12 tahun. Dari bangku sekolah, aku hanya tahu bahwa TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru, namun TBC sendiri, aku belum tahu secara detail seperti apa. Dari pesan ibuku itulah, aku hanya sekedar mengerti bahwa mencuci piring tak bersih akan menyebabkan TBC. Dan yang menjadi tanda tanya besar, kok bisa paru-paru berhubungan dengan makanan yang notabene selalu masuk ke lambung, tanda tanya besar ???




Bahagianya Merasakan Sehat

Senin, Mei 20, 2013 0
Seorang tenaga kesehatan profesional akan mengobati pasiennya dengan sepenuh hati. Mereka percaya bahwa yang paling dibutuhkan pasiennya adalah rasa senang. Sehingga ketika mereka sedang mengobati dan berinteraksi dengan pasien, yang terlebih dahulu dilakukan adalah membesarkan jiwa pasien. Mereka memberikan sugesti kesembuhan kepada setiap yang berobat padanya.

Ibnu Sina, seorang dokter dan filsuf dari masa Daulah Abbasiyah, pernah menyampaikan kepada murid-muridnya, "Jangan pernah mengatakan kepada pasien jika penyakit mereka tidak bisa diobati, karena sesungguhnya sugesti kalian juga obat bagi pasien".
Ibnu Sina percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. Kisah Ibnu Sina ketika menangani pasiennya, tentang seorang Pangeran Persia yang mengidap penyakit melancholia. Pangeran itu tidak ingin makan apapun sehingga kondisi tubuhnya semakin parah. Ia pun bertakhayul bahwa dirinya berubah menjadi seekor sapi dan meminta untuk disembelih agar dagingnya disantap orang banyak. Ibnu Sina segera mendatangi orang tersebut, ia berdiri di depan pintu rumah dengan membawa dua pisau besar dan berteriak, "Mana sapi yang ingin dipotong itu?"
Penguasa tersebut mendengar teriakan Ibnu Sina, ia pun segera menyahut dengan suara yang sangat keras dan menghampirinya. Kemudian Ibnu Sina meraba tubuh pasien dengan pisau di tangannya, dan berkata, "Sapi ini sangat kurus dan lemah, sebaiknya diberi makan terlebih dahulu agar lebih gemuk, saya akan menyembelihnya setelah sehat dan gemuk."
Akhirnya pangeran mau memakan makanan yang dihidangkan kepadanya. Ia mulai menyantap makanan yang dicampur ramuan obat-obatan oleh Ibnu Sina. Perlahan, secara bertahap penyakit pangeran itu sembuh dan khayalannya hilang dengan sendirinya. Kisah ini diambil dari salah satu buku karya Ibnu Sina, The Canon of Medicine.

Sehat Wal-Afiat. Jiwa adalah kesempur­naan awal bagi tubuh. Kesehatan adalah jiwa itu sendiri. Ketika seseorang merasa terganggu kesehatannya, sebe­narnya penyakit itu juga menye­rang jiwanya. Penyakit pada dasarnya bisa disembuhkan jika kebutuhan jiwanya bisa dipenuhi. Ibnu Sina mengartikan kesehatan dengan jiwa, jiwa adalah kunci dari kesehatan. Maka ketika seseorang sedang sakit, yang sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu adalah jiwanya.

Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat :)






Terapi Uap untuk Bayi Batuk Flu

Sabtu, April 27, 2013 0
Hari ini saya begadang tidak tidur semalaman setelah lembur.
Ceritanya..... bayi mbak Irma (mbak kost dari Medan yang sedang studi S3 di Malang) nangis tidak berhenti-henti, sedangkan jam dinding menunjukkan pukul 00.30 WIB. Sudah seminggu lebih dik Zaki (nama bayi mbak Irma) mengalami flu-batuk berat, kasihan. Setelah lebaran kemarin, mbak Irma harus balik ke Malang meneruskan studi S3, sedangkan suami harus tetap bekerja di Medan. Mbak Ima jadi sendirian dan membawa dedek Dzaki anak pertamanya yang masih berumur 5 bulan ke Malang. Tidak mungkin jika harus berpisah dengan ibunya sementara dik Dzaki masih berumur bayi.

Tadi malam, kami ikut panik ketika mbak Ima panik. Untungnya kami juga terlalu expert menenangkan adik kecil, hwek -_-', meskipun ujungnya juga dik Dzaki hanya tidur 3 jam. Sedangkan akhirnya saya tidak tidur sampai pagi, baru paginya pukul 6.30 saya tepar sampai pukul 11.00 (kok jadi curhat :D). Batuk dan dahak yang ada di tenggorokannya, membuat dik Dzaki tidak bisa tidur pulas. Orang dewasa saja jika terkena batuk terlebih flu juga bakalan tidak bisa tidur menahan gatal dan sulitnya bernapas lewat hidung. Apalagi anak bayi, oh kasihan sekali dedek Dzaki. Saya pun membantu mbak Ima dengan bertanya pada teman-teman jejaring sosial. Banyak teman satu FLP Malang yang sudah berpengalaman, di antaranya istri Pak Dar dan istri Pak Day. Mbak Agie istri Pak Day menyarankan untuk lebih banyak disusui dan skin to skin (kata mbak Agie, skin to skin itu bunda/ayah pelukan sama anak tanpa memakai baju). Sedangkan mbak Uka (Uswatun Khasanah) istri Pak Dar yang juga seorang dosen FK di Universitas Brawijaya memberikan jawaban yang cukup lengkap dan menolong, serta menambah pengetahuan kami. Kata mbak Uka:
Diuap sendiri di rumah, posisi bayi pas diuap ditelungkupkan, jadi ingus yg di hidung bisa netes keluar. Kalau batuk, posisi didudukkan,biar ndak sampe muntah. Kalau demam, selama belum sampe 39 celcius, cukup dipeluk bundanya (tapi si dedek dan bunda ndak pake baju). ASInya dibanyakin,emang agak susah nenen klo pas batuk/pilek, jadi nenen-nya sedikit-sedikit tapi sering. Kalau sudah sampe ada lendir buanyak di saluran napasnya..yaaa..ke dokter aja... soalnya itu berarti uda ada radang di tenggorokannya. Oya... bundanya minum madu n habatussauda... biar imun si kecil meningkat. Oya..batuk/pilek pada bayi lebih sering disebabkn oleh virus, jadi jangan mau kalau dikasih antibiotik. Pilih dokter anak yg tepat, beberapa dokter anak cuma mengatasi gejala, tapi penyebabnya gak diselesaikan. Usahakan batuk/pileknya gak lebih dari seminggu, pada bayi batuk/pilek yg berkepanjangan bisa menyebabkan otitis media/infeksi salurangan telinga.

Kemudian saya juga search di internet tentang flu batuk pada bayi dan cara mengatasinya serta cara uap bayi. Uap bayi dikenal efektif untuk meluluhkan dahak pada bayi.

Langkah-langkah bagaimana cara melakukan terapi uap, kurang lebih seperti ini:
1. Pertama-tama, yang harus disiapkan adalah air panas di baskom, atau agar lebih efektif menjaga kehangatan dan uap tetap menyebar di seluruh ruangan, gunakan alat penanak nasi / magic com yang ada penghangatnya untuk merebus airnya, karena ketika air mendidih, penanak nasi ini akan mengeluarkan uap terus menerus dari titik lubang tertentu, ini artinya lebih efektif untuk mengeluarkan uap dari lubang tersebut.
2. Kemudiaan, meneteskan 10-15 tetes minyak kayu putih ke dalam baskom /  magic com.
3. Baskom air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih tersebut atau magic com yang telah siap kemudian diletakkan pada pojok kamar bayi.
4. Terapi uap ini akan membantu melembabkan, jika ruangan berAC, matikan AC karena AC membuat suhu menjadi kering.

Udara yang lembab inilah yang membantu lendir menjadi encer dan keluar. Tidak sembuh dalam 1-2 hari saja memang, harus sabar. Kalau batuknya mengkhawatirkan, silahkan ke dokter  yang menggunakan konsep Rationale Use of Medicine (RUM).
#Belajar dari Dik Dzaki dan Ummi-nya :)

[Repost 1] Kesehatan Reproduksi

Senin, Oktober 08, 2012 0
Pemateri: Dr. dr. Loeki Enggar, M.Kes., Sp.Park.
Moderator: Nur Hidayati Azhar, S.Ked.

Banyak yang harus kita persiapkan jika ingin menuju ke janjang pernikahan, baik persiapan fisik, mental, maupun sosial. Jika ketiga sistem tersebut dapat diintegrasikan dengan baik dan tepat, insyaAllah pernikahan tersebut akan menghasilkan kehidupan keluarga yang harmonis, selaras, dan seimbang. Pernikahan tersebut akan menjadi : Pernikahan SAMARA: sakinah, mawaddah, wa rahmah :) 

Salah satu persiapan fisik yang kita butuhkan adalah menjaga kesehatan organ reproduksi kita yang notabene organ yang memegang peranan penting dalam proses pembentukan generasi baru. Bukankah salah satu tujuan diadakannya pernikahan untuk menghasilkan generasi baru? hehehehe

Kesehatan Reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, namun dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.

Hak Reproduksi dapat dijelaskan sebagai “setiap orang baik laki-laki maupun perempuan (tanpa memandang perbedaan kelas social, suku, umur, agama, dll) mempunyai hak yang sama untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab (kepada diri, keluarga, dan masyarakat) mengenai jumlah anak, jarak antar anak, serta untuk menentukan waktu kelahiran anak dan dimana akan melahirkan.”

Sebagai calon pasangan (bagi yang belum nikah) dan pasangan (bagi yang telah nikah) sudah sewajarnya jika kita senantiasa memelihara dan menjaga kesehatan reproduksi kita. Organ reproduksi yang baik dan sehat tentu akan menghasilkan produk yang sehat pula, dan sebaliknya.

Berikut merupakan cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi:
a. Penjagaan Umum
• Mandi
• Wudhu
• Istinja
b. Penjagaan Khusus bagi Laki-laki
• Mencukur rambut kemaluan
• Berkhitan
c. Penjagaan Khusus bagi Perempuan
• Cara istinja
• Mencukur rambut kemaluan
• Kebersihan pada saat haid
• Pkaian dalam/celana panjang yang tidak ketat
• Bahan tidak terbuat dari nilon

Status Gizi juga mempunyai pengaruh yang penting terhadap kesehatan organ reproduksi. Kebutuhan zat gizi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas, dan status gizi seseorang. Zat gizi dibutuhkan untuk penyempurnaan pertumbuhan, dan fungsi organ reproduksi. Kekurangan nutrisi akan mempengaruhi sistem reproduksi. Misalnya, anemia dan status gizi yang kurang dapat menyebabkan seorang perempuan melahirkan bayi BBLR dan terjadi perdarahan saat melahirkan. Banyak penelitian membuktikan bahwa gizi