Mau Kentang Gorengmu Seenak French Fries?

Selasa, September 08, 2015 0

Alhamdulillah... senang sekali memilikimu, adikku yang cantik jelita, hehehe. Beruntung juga ternyata punya adik yang belajar di jurusan ilmu dan teknologi pangan. Bagaimana tidak? Liburan semester ini, dia membuat kejutan yang bikin enak perut dan enak di kantong, hihihi. Semoga ilmu mu barokah amaliah ya dik. Meskipun aku tahu awalnya dirimu agak minder di universitas itu, tetapi bersyukurlah karena kamu sekolah gratis di situ. Jarang orang seberuntung dirimu. Bersyukur adalah satu-satunya cara untuk berterima kasih kepada Tuhan dan juga kepada almamater yang telah membiayai kuliahmu. Proud of you if you be thankful. Semoga setelah kamu lulus, kita bisa bikin cafe buku di Ponorogo ya dik (aamiiin). Mukadimah sudah ya (banyak banget, hehe).
It's okay kembali ke resep. Tentunya semua sudah pada tahu ya apa itu french fries. Yupi... kentang goreng ala ala perancis gitu. Nah, di sini aku mau membocorkan rahasianya. Sekarang kita bisa menggoreng kentang lokal yang beli di pasar tradisional, seenak kentang goreng perancis, dengan tidak perlu jauh-jauh pergi ke sana hehe. Pertama-tama yang harus dilakukan, tentunya harus pergi ke pasar untuk membeli kentang lokal =D Kedua, mampir juga ya untuk beli tepung maizena atau tepung kanji. Kalau belum punya garam dan es batu di rumah, jangan lupa juga mampir beli kedua bahan ini ya :)
Setelah semua bahan ada di tangan, saatnya kita beraksi. Caranya, mari kupas kentang dan memotongnya panjang-panjang. Setelah itu cuci sampai bersih. Kunci enak atau tidaknya kentang goreng nanti, ada di cara mencucinya. Jadi kita harus berusaha mencucinya sebersih mungkin hingga airnya bening (tidak butek). Setelah dicuci sangat bersih sekali pol banget, rendam kentang pada air garam selama 30 menit. Setelah 30 menit, masukkan es batu ke dalam air garam rendaman kentang tersebut. Diamkan selama 120 menit atau kurang lebih 2 jam. Setelah semua proses ini kita lakukan, tiriskan kentang dari air-air yang menyertainya. Tiriskan hingga benar-benar tidak ngecembeng itu air. Ini bermanfaat agar ketika proses pelumuran tepung tidak terlalu tebal. Jika terlalu tebal juga tidak enak (jadi ayam goreng tepung dong nanti, =D). Note: Beda maizena dengan kanji, jika kita menggunakan tepung maizena tidak perlu khawatir dalam proses meniriskan karena tepung ini menyerap air, sedangkan jika kita menggunakan kanji, kita harus totalitas ya dalam proses meniriskan kentangnya dari rendaman air garam, agar tidak terjadi ketebalan yang tidak diinginkan, yaitu yang berlebihan dan tidak merata. Okay, selesai tiris, lumuri kentang-kentang itu dengan tepung maizena atau kanji (jika ingin rasanya lebih kuat, campur tepung tersebut dengan garam, merica atau bumbu bubuk lainnya yang dari alam - empon empon kalo orang jawa bilang, note: lebih baik tidak perlu menggunakan penyedap rasa ataupun micin. yakinlah rasa alam itu sudah enak dari sononya). 

Taraaa... kentang goreng siap digoreng dengan api kecil. Masukinnya waktu minyak sudah panasam ya tapi.
Selamat mencoba :)

Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Kabupaten Ponorogo 2015

Sabtu, Juni 20, 2015 0
Pelaksanaan SUPAS serentak di seluruh wilayah di Indonesia pada bulan Mei 2015 kemarin. Badan Pusat Statistik telah empat kali melakukan survey ini yaitu pada tahun 1976, 1985, 1995 dan 2005. Di Kabupaten Ponorogo pelaksanaan survey berjalan lancar. Terdapat 130 Kelurahan/Desa yang menjadi bagian survey. Kelurahan/desa tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Ponorogo dan tidak semua kelurahan dan desa menjadi bagian dari survey ini. Hanya 10 blok (kelurahan atau desa) dari masing-masing kecamatan.
SUPAS adalah survey penduduk di antara dua sensus. Survey ini dilaksanakan untuk menjembatani jarak data sensus yang terlalu panjang yaitu 10 tahun sekali. Sehingga, biasanya survey ini diadakan pada tahun-tahun yang berakhiran angka 5 di samping sensus yang diadakan pada tahun-tahun yang berakhiran nol (0). Tujuan dari SUPAS adalah:
1. Memperkirakan jumlah penduduk yang dirinci per kabupaten menurut jenis kelamin dan daerah (kecamatan/desa).
2. Menyediakan data untuk berbagai perhitungan seperti analisis fertilitas, mortalitas dan migrasi.
3. Menyediakan data yang bermanfaat untuk evaluasi pelaksanaan administrasi kependudukan dari data kejadian vital kelahiran, kematian dan perpindahan.
4. Menyediakan data untuk melihat fenomena mobilitas penduduk.
5. Memperbarui proyeksi penduduk yang telah disusun
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pendataan SUPAS 2015 tidak hanya mendata tentang kelahiran, kematian dan migrasi. Karakteristik penduduk lainnya juga didata, seperti Lansia, Kematian Ibu, Ketenagakerjaan, Fasilitas Perumahan, Migrasi Keluar Internasional, Perubahan Iklim dan Disabilitas. Selain itu, SUPAS 2015 akan menyajikan data kematian ibu yang lebih akurat. Sebab, pendataan kematian dilakukan dengan dua metode, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung, yaitu dari kematian yang terjadi pada rumah tangga sampel dan metode tidak langsung, yaitu dari kematian yang terjadi pada saudara dari responden perempuan.

Kecantikan Hidrogel

Selasa, Juni 16, 2015 0
Polimer buatan sejenis karet ini ternyata menyimpan sejuta kecantikan yang luar dalam. Hidrogel tidak larut dalam air namun dapat menyerap dan menyimpan air sebanyak 100-200 kali berat hidrogel itu sendiri. Hidrogel dapat berfungsi sebagai pengganti media tanah pada tanaman karena memiliki persediaan air dan nutrisi untuk tanaman. Daya tarik hidrogel juga begitu memikat karena tersedia berbagai warna seperti kristal yang memantul. Warna dan bentuk akan tahan dan tidak memudar rata-rata selama dua tahun. Tanaman yang cocok untuk media tanam ini adalah batang atau pohon yang tidak berkayu, tahan terhadap kadar kelembapan yang tinggi, umumnya tidak berbuah dan berbunga dan tidak memerlukan banyak sinar matahari. Setiap 4-5 hari sekali perlu disiram air kembali untuk mempertahankan kadar air dalam hidrogel sehingga tidak menyusut.


Ummu Aisyah Wanna Be

Jumat, Juli 26, 2013 0
Perempuan itu harus punya cita-cita, mandiri dan dapat diandalkan namun juga tidak lupa akan kodratnya sebagai perempuan. Surga seorang istri ada pada suaminya. Perempuan boleh saja berpendidikan tinggi, namun bukan untuk menyaingi lelaki. Jika tidak berkarir, pendidikan akan berguna karena ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Saya ingin dipanggil Ummu Aisyah dan saya ingin memanggil "Mbak Ais.....". Hehe, suatu saat nanti, aamiiin. Semoga mendapat amanah putri cantik bernama Aisyah yang sholihah dan berakhlak mulia.


Cantik itu Tergantung yang Memandang

Senin, Juli 01, 2013 0
Di bank swasta, mbak teller melayani transaksi-ku
aku: subhanaallah... cantik sekali mbak yg di teller ini, smart dan baik juga, benar-benar cantik luar dalam.

10 menit kemudian aku ke toko kerudung langganan

Di toko kerudung, setelah lama koordinasi dan akhirnya aku berpamitan pulang
mbak penjaga: "wajahnya mbak kok selalu telihat fresh, tidak layu, kunci-nya apa mbak?"
aku: "hah??? masa sih?..apa yaa, senyum.."
penjaga toko: "masa cuma itu, aku senyum melulu ndak kayak mbak.."
aku: "haaishhh, rajin wudhu."
penjaga toko: "pokoknya saya suka melihat mbak, manis-nya alami menyenangkan, beneran ini bulan puasa gak boleh bohong."
aku: hahh????grrrrrr manis alami? gulaku kali yee.

*fitnah dunia ya judulnya

Cantik itu relatif ya, tergantung yang memandang. Satu yang tak boleh kita ingkari adalah kesyukuran kita kepada Alloh karena telah menciptakan sebaik-baik bentuk. Jauh yang lebih penting dari itu semua, kita pasti cantik jika mempunyai hati yang cantik. Kecantikan itu terpancar dari hati yang cantik. Percayalah. Tak ada yang perlu diubah dari semua ciptaan Alloh. Hanya mempercantik hati, semuanya akan terpancar indah. Mempesona. 
Selamat mencoba.







Tekanan untuk Hati yang Besar

Sabtu, Juni 22, 2013 0

Tekanan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang itu. Misalnya, pada fluida statis terdapat tekanan hidrostatis, tekanan hidrostatis memiliki keterkaitan terhadap luas permukaan wadah atau bejana, tekanan hidrostatis didefinisikan sebagai besarnya gaya tekan zat cair yang dialami oleh bejana tiap satuan luas. Di dalam fluida terdapat tekanan di mana "jika luas permukaan wadah lebih besar maka tekanan yang dihasilkan semakin kecil dan sebaliknya jika luas permukaan wadah lebih kecil maka tekanan yang dihasilkan semakin besar". Jadi, luas permukaan wadah mempengaruhi besar atau kecilnya tekanan yang dihasilkan.

Begitu juga dalam kehidupan kita, semakin besar tekanan hidup, baiknya yang harus kita lakukan adalah "memperbesar motivasi serta meluaskan atau melapangkan hati", agar tekanannya menjadi lebih kecil.

Mencuci Piring Tak Bersih, Bisa Sebabkan TBC

Rabu, Juni 05, 2013 1
Sebelumnya, ijinkan saya mengutip kata-kata pak puh yang kemarin sedikit memberi wejangan kepada saya soal kesehatan: Gaya hidup sehat, menjaga kesehatan, pengobatan yang dilakukan jika sakit dan usaha-usaha untuk sembuh, semuanya hanyalah sekedar upaya manusia untuk memperpanjang usia. Tidak bisa benar-benar sehat atau sembuh bagi yang sudah sakit. Ini adalah prinsip sehat yang harus tertancap di benak manusia. Manusia pasti akan merasakan mati, dan semua upaya yang dilakukan semata untuk memperpanjang usia.

10 tahun yang lalu....
"Nduk kalo nyuci piring yang bersih, jangan ada sisa makanan yang lengket, bisa menyebabkan TBC kalau ndak bersih..."

Kurang lebih seperti itu ibuku menyampaikan sarannya padaku ketika aku membantu "isah-isah". Kala itu aku masih berumur 12 tahun. Dari bangku sekolah, aku hanya tahu bahwa TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru, namun TBC sendiri, aku belum tahu secara detail seperti apa. Dari pesan ibuku itulah, aku hanya sekedar mengerti bahwa mencuci piring tak bersih akan menyebabkan TBC. Dan yang menjadi tanda tanya besar, kok bisa paru-paru berhubungan dengan makanan yang notabene selalu masuk ke lambung, tanda tanya besar ???




Belajar dari Siapa Saja, Hidup ini Berwarna-warni

Sabtu, Mei 25, 2013 0
Open Mind untuk belajar segala sesuatu dari apa saja dan siapa saja yang ada di lingkungan sekitar. Biasanya jika lingkungan sekitar tak sesuai ideologi. Cenderung kita menutup diri untuk belajar kebaikan darinya. Mungkin hal itu disebabkan karena kita terlalu fanatik terhadap sesuatu, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya. Boleh belajar dimanapun, apapun, siapapun. Terpenting adalah kita mempunyai koridor batasan, alias prinsip. Semuanya kita terima dulu sebagai pelajaran baru kita filter. Kita akan beramal di mana nantinya, itu baru pilihan kita (Terinspirasi dari sambutan Pak Dian, pembina FLP Malang, di LPJ-an FLP Malang, 31 Maret 2013).

Padahal banyak pelajaran yang bahkan begitu berharga darimanapun datangnya itu. Belajar dari apa saja dan siapa saja tidak berarti disebut seorang yang menganut paham "pluralisme". Filter dan prinsip harus kita pegang. Bahasanya seperti ini, hidup ini berwarna-warni seperti pelangi, boleh kita mempelajari keindahan warna-warninya masing-masing, namun kita harus memiliki warna sendiri, untuk kemudian memperindah degradasi warna kita. Indahnya.. hidup adalah belajar dari mana pun, apa pun, dan siapa pun, namun diri kita harus memiliki prinsip. Belajar kebaikan, silakan melanglang buana. Raihlah sepanjang tanganmu masih bisa meraih kebaikan itu. Lihatlah sebatas pandangan matamu tak lagi bisa melihatnya. Jangkahlah sejauh langkahmu tak bisa lagi menjangkahnya. :)

Mencari kebaikan itu bisa di mana saja, jelasnya yang harus kita lakukan adalah bukan memiliki kecenderungan terhadap "faktor penyebab" kebaikan, namun yang harus kita lakukan adalah memiliki kecenderungan terhadap "kebaikan" itu sendiri, karena "faktor penyebab" bisa saja tidak lagi menjadi alat kebaikan di kemudian hari.

Setiap orang, siapapun berhak untuk menjadi lebih baik dalam hidupnya, di lingkungan, kondisi, dan keadaan apapun, serta bagaimanapun. Jangan mengira di lautan hanya akan ada ikan yg bisa bertahan hidup. Jangan mengira di puncak gunung hanya akan ada bunga edelweis yg bisa tumbuh dengan indah. Jangan mengira di hutan liar hanya akan ada singa yg merajai. Setiap orang berhak menentukan pilihan untuk kebaikan hidupnya dimanapun itu. Belajar kebaikan apapun, bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Jangan biarkan kotak-kotak itu membatasi ruang belajarmu, "think out of the box". Stay on your right way and your filters.




Bahagianya Merasakan Sehat

Senin, Mei 20, 2013 0
Seorang tenaga kesehatan profesional akan mengobati pasiennya dengan sepenuh hati. Mereka percaya bahwa yang paling dibutuhkan pasiennya adalah rasa senang. Sehingga ketika mereka sedang mengobati dan berinteraksi dengan pasien, yang terlebih dahulu dilakukan adalah membesarkan jiwa pasien. Mereka memberikan sugesti kesembuhan kepada setiap yang berobat padanya.

Ibnu Sina, seorang dokter dan filsuf dari masa Daulah Abbasiyah, pernah menyampaikan kepada murid-muridnya, "Jangan pernah mengatakan kepada pasien jika penyakit mereka tidak bisa diobati, karena sesungguhnya sugesti kalian juga obat bagi pasien".
Ibnu Sina percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. Kisah Ibnu Sina ketika menangani pasiennya, tentang seorang Pangeran Persia yang mengidap penyakit melancholia. Pangeran itu tidak ingin makan apapun sehingga kondisi tubuhnya semakin parah. Ia pun bertakhayul bahwa dirinya berubah menjadi seekor sapi dan meminta untuk disembelih agar dagingnya disantap orang banyak. Ibnu Sina segera mendatangi orang tersebut, ia berdiri di depan pintu rumah dengan membawa dua pisau besar dan berteriak, "Mana sapi yang ingin dipotong itu?"
Penguasa tersebut mendengar teriakan Ibnu Sina, ia pun segera menyahut dengan suara yang sangat keras dan menghampirinya. Kemudian Ibnu Sina meraba tubuh pasien dengan pisau di tangannya, dan berkata, "Sapi ini sangat kurus dan lemah, sebaiknya diberi makan terlebih dahulu agar lebih gemuk, saya akan menyembelihnya setelah sehat dan gemuk."
Akhirnya pangeran mau memakan makanan yang dihidangkan kepadanya. Ia mulai menyantap makanan yang dicampur ramuan obat-obatan oleh Ibnu Sina. Perlahan, secara bertahap penyakit pangeran itu sembuh dan khayalannya hilang dengan sendirinya. Kisah ini diambil dari salah satu buku karya Ibnu Sina, The Canon of Medicine.

Sehat Wal-Afiat. Jiwa adalah kesempur­naan awal bagi tubuh. Kesehatan adalah jiwa itu sendiri. Ketika seseorang merasa terganggu kesehatannya, sebe­narnya penyakit itu juga menye­rang jiwanya. Penyakit pada dasarnya bisa disembuhkan jika kebutuhan jiwanya bisa dipenuhi. Ibnu Sina mengartikan kesehatan dengan jiwa, jiwa adalah kunci dari kesehatan. Maka ketika seseorang sedang sakit, yang sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu adalah jiwanya.

Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat :)






Cek Mobil Sebelum Berpergian

Selasa, Mei 14, 2013 0
Mobil pribadi maupun mobil sewa dari rental. Kita perlu cek semua kelengkapan bahkan sampai error-errornya. Jangan bilang mobil persewaan lebih ready dari mobil pribadi yang notabene kita harus persiapkan segala sesuatunya sendiri. Mobil rental lebih memerlukan perawatan yang ekstra. Bayangkan berapa kali mobil tersebut gonta-ganti sopir. Bayangkan juga berapa jauh mobil tersebut sudah menempuh perjalanan. Pasti akan lebih jarang dirawat atau dicek oleh pemilik rental mobil karena bisa jadi padatnya penyewa. Oleh karena itu, tak perlu menyepelekan soal cek mobil sebelum berpergian. Meskipun berpergiannya pun tidak terlalu jauh. Bagaimana-pun kita harus memperkirakan resiko, plan B untuk kemungkinan terburuk, karena manusia hanya bisa berencana, dan Allah penentu segalanya.
Dari pengalaman kemarin, kami sedikit mempunyai tips untuk para pembaca dalam memastikan mobil aman terkendali seutuhnya sebelum berpergian:
1. Cek Rem/Kampas Rem, ini penting.
2. Kelengkapan spion dan kaca mobil.
3. Bahan Bakar harus disuaikan dengan km yang akan ditempuh si mobil saat berpergian kita.
4. Cek Oli, ini juga penting.
5. Cek Cooling System, tanpa membuka mesin kita bisa melakukannya. Di barometer depan mesin, terdapat jarum penunjuk C--H, jika jarum berada pas di antara keduanya, ini tandanya keadaan normal. Jika tidak, cooling system perlu dicek. Mungkin tutup tidak rapat atau air radiator habis.
6. Cek Ban, jika perlu kita harus mempersiapkan ban serep dan dongkrak, ini mengantisipasi terjadinya ban bocor di daerah terpencil.
7. Cek Kipas Kaca mobil depan, pastikan kipas ini bergerak dengan normal, ini untuk mengantisipasi terjadinya hujan.
Bagi yang memiliki mobil pribadi, merawatnya pun susah-susah gampang, namun pastikan setiap hari ada waktu luang untuk membersihkannya. Dan setiap bulan, ada waktu untuk membawa ke tempat service mobil sesuai showroom tempat membeli mobil semula.

Hujan-hujanan

Minggu, April 28, 2013 0
tulisan amburadul, efek kehujanan kemarin, biarin deh
yang penting masih asik dibaca, semoga :-)

sore kemarin, saya hujan-hujanan, hihihi
ini bukan hal yang disengaja, tapi ini hal yang ditakdirkan
bagaimana tidak? 
mendung sore itu berarak ke daerah tempat saya tinggal di rantau, pekat warrnanya.
sedang saya dan seorang kawan harus membeli pisang untuk acara LPJan hari ini
meskipun langit belum meruntuhkan airnya, aku dan kawanku berlarian dengan awan
mengejar waktu agar awan mendung tak segera mendahului kami
kami berlari ke pasar yang tak jauh dari tempat tinggal
dua lirang pisang ijo berhasil kami dapatkan hanya dengan uang 20.000 rupiah
kami senang, namun setelah kami senang, awan pun ikut riang
awan itu terlalu riang hingga tak kuasa untuk segera meneteskan airnya sebelum kami pulang
tak jauh dari tempat kami membeli pisang, kami segera membentangkan payung
namun kami juga berteduh menunggu di teras pertokoan karena hujan terlalu lebat
cukup lama, lama sekali, hingga sebenarnya belum terlalu reda, namun kami memutuskan untuk...
menerjang hujan, kami berlarian pulang dengan melepas alas kaki dan mengabaikan payung
lalu lintas jalan padat dalam keadaan aspal banjir
mobil, motor, lalu lalang di atas aspal 
berkali-kali kami terkena ombaknya dan akhirnya pun kami basah semua
seperti anak kecil, bermain-main air, berlarian riang di bawah hujan di atas aliran air
jres, jres, berkali-kali kami terkena ombakan air yang diterjang ban kendaraan
dengan menikmati rintikan hujan yang mereda dari atas langit
begitu keindahan masa kecil yang terulang sore itu

siapa yang senang hujan-hujanan waktu kecil?
menerjang hujan, indah dan menyenangkan :)


"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An-Nuur: 43)

Terapi Uap untuk Bayi Batuk Flu

Sabtu, April 27, 2013 0
Hari ini saya begadang tidak tidur semalaman setelah lembur.
Ceritanya..... bayi mbak Irma (mbak kost dari Medan yang sedang studi S3 di Malang) nangis tidak berhenti-henti, sedangkan jam dinding menunjukkan pukul 00.30 WIB. Sudah seminggu lebih dik Zaki (nama bayi mbak Irma) mengalami flu-batuk berat, kasihan. Setelah lebaran kemarin, mbak Irma harus balik ke Malang meneruskan studi S3, sedangkan suami harus tetap bekerja di Medan. Mbak Ima jadi sendirian dan membawa dedek Dzaki anak pertamanya yang masih berumur 5 bulan ke Malang. Tidak mungkin jika harus berpisah dengan ibunya sementara dik Dzaki masih berumur bayi.

Tadi malam, kami ikut panik ketika mbak Ima panik. Untungnya kami juga terlalu expert menenangkan adik kecil, hwek -_-', meskipun ujungnya juga dik Dzaki hanya tidur 3 jam. Sedangkan akhirnya saya tidak tidur sampai pagi, baru paginya pukul 6.30 saya tepar sampai pukul 11.00 (kok jadi curhat :D). Batuk dan dahak yang ada di tenggorokannya, membuat dik Dzaki tidak bisa tidur pulas. Orang dewasa saja jika terkena batuk terlebih flu juga bakalan tidak bisa tidur menahan gatal dan sulitnya bernapas lewat hidung. Apalagi anak bayi, oh kasihan sekali dedek Dzaki. Saya pun membantu mbak Ima dengan bertanya pada teman-teman jejaring sosial. Banyak teman satu FLP Malang yang sudah berpengalaman, di antaranya istri Pak Dar dan istri Pak Day. Mbak Agie istri Pak Day menyarankan untuk lebih banyak disusui dan skin to skin (kata mbak Agie, skin to skin itu bunda/ayah pelukan sama anak tanpa memakai baju). Sedangkan mbak Uka (Uswatun Khasanah) istri Pak Dar yang juga seorang dosen FK di Universitas Brawijaya memberikan jawaban yang cukup lengkap dan menolong, serta menambah pengetahuan kami. Kata mbak Uka:
Diuap sendiri di rumah, posisi bayi pas diuap ditelungkupkan, jadi ingus yg di hidung bisa netes keluar. Kalau batuk, posisi didudukkan,biar ndak sampe muntah. Kalau demam, selama belum sampe 39 celcius, cukup dipeluk bundanya (tapi si dedek dan bunda ndak pake baju). ASInya dibanyakin,emang agak susah nenen klo pas batuk/pilek, jadi nenen-nya sedikit-sedikit tapi sering. Kalau sudah sampe ada lendir buanyak di saluran napasnya..yaaa..ke dokter aja... soalnya itu berarti uda ada radang di tenggorokannya. Oya... bundanya minum madu n habatussauda... biar imun si kecil meningkat. Oya..batuk/pilek pada bayi lebih sering disebabkn oleh virus, jadi jangan mau kalau dikasih antibiotik. Pilih dokter anak yg tepat, beberapa dokter anak cuma mengatasi gejala, tapi penyebabnya gak diselesaikan. Usahakan batuk/pileknya gak lebih dari seminggu, pada bayi batuk/pilek yg berkepanjangan bisa menyebabkan otitis media/infeksi salurangan telinga.

Kemudian saya juga search di internet tentang flu batuk pada bayi dan cara mengatasinya serta cara uap bayi. Uap bayi dikenal efektif untuk meluluhkan dahak pada bayi.

Langkah-langkah bagaimana cara melakukan terapi uap, kurang lebih seperti ini:
1. Pertama-tama, yang harus disiapkan adalah air panas di baskom, atau agar lebih efektif menjaga kehangatan dan uap tetap menyebar di seluruh ruangan, gunakan alat penanak nasi / magic com yang ada penghangatnya untuk merebus airnya, karena ketika air mendidih, penanak nasi ini akan mengeluarkan uap terus menerus dari titik lubang tertentu, ini artinya lebih efektif untuk mengeluarkan uap dari lubang tersebut.
2. Kemudiaan, meneteskan 10-15 tetes minyak kayu putih ke dalam baskom /  magic com.
3. Baskom air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih tersebut atau magic com yang telah siap kemudian diletakkan pada pojok kamar bayi.
4. Terapi uap ini akan membantu melembabkan, jika ruangan berAC, matikan AC karena AC membuat suhu menjadi kering.

Udara yang lembab inilah yang membantu lendir menjadi encer dan keluar. Tidak sembuh dalam 1-2 hari saja memang, harus sabar. Kalau batuknya mengkhawatirkan, silahkan ke dokter  yang menggunakan konsep Rationale Use of Medicine (RUM).
#Belajar dari Dik Dzaki dan Ummi-nya :)