Pemateri: Ustadz Endri Nugraha Laksana
Moderator: Gamal, S.Ked.
Menurut Ustadz Endri, hati itu merupakan sesuatu yang unik dan dapat dibolak-balikkan. Allah SWT yang menjadi dinding atau pembatas antara kita dan hati kita. Oleh karena itu, jika kita ingin meneguhkan hati kita maka satu-satunya cara ialah dengan berserah dan mendekatkan diri kepada Dzat yang mampu membolak-balikkan hati manusia, yaitu Allah SWT.
Jadikanlah Allah SWT sebagai kekasih yang tertinggi dalam kehidupan kita. Tak ada sesuatu pun yang menandingi kenikmatan saat berjumpa dengan kekasih kita, Allah SWT. Ada hadits yang menyebutkan, “Nanti di akhirat, kamu dapat melihat wajah Allah SWT bagaikan bulan purnama.” Kenikmatan inilah yang menjadikan seorang wanita (pada zaman Rasulullah SAW) berdoa kepada-Nya dengan doa yang sederhana tetapi syarat makna, yaitu “Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai tetangga-Mu di akhirat kelak.”
Jika dibaca sekilas memang doa tersebut terlihat sangat sederhana. Namun, jika kita perhatikan dan pahami secara baik-baik, betapa syarat makna doa tersebut. Wanita itu hanya ingin menjadi tetangga Allah SWT agar setiap detik, setiap menit, kapan pun dia mau, dia bisa melihat wajah Allah SWT yang dapat memberikan kenikmatan yang tiada duanya diantara kenikmatan-kenikmatan lain yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya.
Sesungguhnya, Islam itu bukanlah agama yang dilandasi kekerasan. Begini dilarang. Begitu dilarang. Ini nggak boleh. Itu nggak boleh. Terus gimana donk yang dibolehin? Beberapa umat Islam yang kurang mengerti dan memahami ajaran Islam dengan baik dan tepat, mungkin akan merasa terkekang dengan agama ini. Namun, jika kita mampu memahami dan mengerti islam dengan baik, tentu hidup kita akan terasa tentram. Tak akan merasa terbebani oleh larangan-larangan yang memang harus kita tinggalkan.Toh itu demi kemaslahatan kita juga? :)
Manisnya iman yang akan menuntun kita untuk memahami dan mengerti islam dengan baik dan tepat sehingga kita mampu menjalankan roda kehiduan sesuai syariat-syariat islam. Menurut Ustadz Endri, manisnya iman untuk memahami Islam dapat menimbulkan kerinduan kepada Allah SWT, kekasih kita yang tertinggi.
Islam tidak pernah melarang adanya “RASA CINTA” kepada lawan jenis. Hanya saja, kapan waktu yang tepat untuk mengekspresikan “RASA” itu, bagaimana cara yang diperbolehkan untuk mengekspresikannya. Inilah yang harus kita kelola dengan baik dan tepat. Jika “RASA” itu ada, belum tentu harus dituruti, janganlah dilebih-lebihkan, namun KELOLA RASA ITU DENGAN BAIK :)






