Buka Mata, Buka Hati

Jumat, Juni 29, 2012 0
Jika kita ingin melihat betapa luas dunia, maka kelilinglah dunia
Namun jika kita ingin melihat luasnya hati kita, maka lihatlah orang di sekelilingmu
Apakah ia bahagia dengan kehadiran kita

Jika kita ingin melihat betapa indahnya surga, maka rajinlah beribadah
Namun jika kita ingin melihat indahnya akhlak kita, maka lihatlah orang di sekelilingmu
Apakah ia bahagia dengan kehadiran kita

Jika kita ingin melihat betapa kayanya alam semesta, maka berpetualanglah menjejak sumber daya alam
Namun jika kita ingin melihat kayanya hati kita, maka lihatlah orang di sekellingmu
Apakah ia bahagia dengan kehadiran kita

Nyaman, tidak bisa dipaksakan :)

Tentang Rindu dan Hidup Dinamis

Sabtu, Juni 23, 2012 0

Rindu mereka......

Pagi dini hari, setelah tahajud dua rekaat. Saya membereskan kamar yang sedikit berantakan dan menyiapkan materi ujian untuk minggu depan. Beberapa menit kemudian saya membuka notebook. Entah mengapa, saya menemukan foto ini.
Entah mengapa juga, di telinga saya terdapat headset yang sedang memutar ost. "taare zameen par", membuat perasaan halus dari dalam jiwa bersuara. Gemuruh perasaan rindu akan masa kecil. Menitik air mata saya, melihat foto itu, rindu yang teramat sangat.

Saya mengingat mbah kakung...
Ketika pulkam minggu kemarin, saya bertemu dengan sisa-sisa semangatnya. Saya mendekatinya yang berbaring di atas kasur. Melepas rindu dengan bercerita. Saya memandang terus wajah beliau yang sudah tak bisa memandang saya lagi karena glukoma yang dideritanya. Rambut yang sudah memutih semua. Waktu seakan telah senja untuknya. Awalnya dalam rangka membujuk mbah kakung agar mau ikut manasik haji. Beliau insyaallah pergi ke tanah haram tahun ini. Namun, apa daya, mbah uti sang motivator telah tiada.

[Tentang Ikhlas] Ayah dan Etawa Buka Puasa

Jumat, April 20, 2012 0

"Nduk, ayah jagaen ya, mama pergi ke Polindes dulu nanti kalau ada apa-apa langsung SMS mama. Adik-adik di rumah semua kok."

Pesan mama padaku. Hari ini hari ke-20 bulan ramadhan 1432 Hijriyah. Ayah tak enak badan, mungkin fisik yang berontak karena beliau tak pandai menjaga pola makan. Diagnosa sementara tifus. Sebagai anak, siapa yang tidak khawatir dengan kondisi ayahnya seperti ini. Takut ada apa-apa, aku pun gencar membujuk ayah agar mau makan dan minum obat.

"Ayah batalin puasa ya biar cepat sembuh."

Ayah tak kunjung membatalkan puasa sedang beliau jelas terkapar tak berdaya di atas kasur. Aku pun mulai geregetan.

“Yah, kalau hari ini mau makan dan minum obat, besuk sembuh dan bisa puasa lagi dengan kondisi fit. Daripada gak sembuh-sembuh nanti tambah parah malah gak bisa puasa lho.”

Setelah sebelumnya terdiam, jawaban dari ayah pun keluar dengan kalem.

Siapa yang menjamin... Shaumu Tashihu..”

Heem, stimulus yang dicontohkan Rasulullah tersebut memang ampuh, aku pun terdiam. Beberapa menit kemudian tiba-tiba ayah ganti menyuruhku melakukan sesuatu.

“Nduk, daripada ayah yang kamu suruh membatalkan puasa. Sekarang pergi sana kamu ke kandang kambing utara masjid. Sudah tiga hari kambingnya gak dikasih pakan. Sisa-sisa sahur tadi pagi bawa semua ke sana. Campur dengan rambanan yang numpuk di belakang masjid. Jangan lupa ditambah air. Juga kalau gak salah…. masih ada satu gepok pisang, campur jadi dua ember. Bagi sama rata. Ajaken Dik Fadhi.....

[Cerita Hari Ini] Waktu Begitu Berharga, Orang Islam Harus Kaya, Impian Harus Ditarik Mundur

Senin, Desember 26, 2011 0
Lho kok bisa?? Heem, baca dengan teliti dan nikmati sampai akhir yaaa :)
Bismillah...
Ahad 25 Desember 2011
Pagi ini ada janji dengan temen2 FLP untuk pergi ke rumah mbak Widiya yang ada di daerah Wendhit
Agendanya adalah pertemuan FLP Malang, membicarakan proyek2 buku, dan beberapa proyek terpenting lainnya, dan yang paling penting yaitu men-charge hati para FLPers

Janjian pukul 7.30, namun seperti biasa orang Indonesia
Handphoneku berdering, pak Dian menelpon, sudah di depan UIN untuk menjemput teman2
Setelah beli gorengan (tak jauh dari depan UIN) saya keluar gang untuk menyebrang ke arah UIN
Pak Dian ternyata sudah ada di depan pas saya menyebrang
Ternyata di sana masih ada 3 orang (Maulida, Gumilar, dan Mahfuzh)
"Pak Dian tunggu teman2 sebentar ya?" tanyaku
"Oh iya Mbak ndak papa." jawab beliau dari dalam mobil
Setelah penantian lama dan pergulatan panjang selama 1 jam, kami berangkat.
4 orang naik sepeda motor, 4 orang bareng Pak Dian.
Di sini maknanya, dalam perjalanan Pak Dian menceritakan keterlambatannya menuju Bandara ketika akan pulang ke Malang, terlambat karena perjalanan menuju Bandara macet.
Apa daya, pintu telah di tutup,tiket yang sudah dipesan dan dibayar jauh2 hari hangus, 500.000 melayang sudah.
Itu dia :D
BETAPA BERHARGANYA SANG WAKTU

Setibanya di rumah mbak Widiya..
Kami langsung disambut hangat oleh mbak Widiya dan neneknya, rambutan, kerupuk rambak yang renyah, dan pisang goreng buatan mbak Widiya yang enaak sekalii.
Di sana pun kami langsung membuka acara untuk membahas proyek2
Pembukaan dimulai dari pembacaan ayat suci al qur'an oleh Mahfuzh dan tausyiah singkat dari Pak Dian
Tausyiah yang cukup meninjau ulang niat-niat kami datang ke sini

Di (Lubang) Mana

Kamis, Desember 08, 2011 0
1. Laporan Praktikum (sudah dikerjakan, selesai pukul 9.30)
2. Kuliah Biometrika (berangkat, tidak, berangkat, tidak karena mengerjakan tugas P. Model Linier)
3. Kuliah Teknik Sampling dan Survey (...)
3. Tugas Pengujian Hipotesis P. Model Linier (belum selesai mengerjakan dan ketar-ketir rada bingung caranya)

Kemarin itu, entah kenapa sangat dan sungguh berantakan...
Pusing aku memikirkan hari kemarin...
Selain rada kena FLU :(

Ceritanya...
Siang itu setelah print laporan praktikum Analisis Deret Waktu, aku bertanya pada teman sekelas, sebut saja si A..
"Boleh pinjam cara mengerjakan tugasnya bu Detha?" aku bertanya pada si A.
"Kamu belum mengerjakan? Gak percaya aku kalau kamu belum ngerjain." jawab si A dengan diikuti 2 teman lainnya.
"Hehe, gak tau caranya, maksudnya langkah-langkah ngerjain tugasnya." jelasku.
"Iyaa, ini boleh." baik hati memang temanku yang rajin itu.
Karena yang belum ku tahu urutan cara nya saja, aku segera menyalin langkah2nya dan mengerjakan untuk dataku sendiri
"Wah, banyak sekali, padahal aku harus pakai data hipotetik sendiri. Ya Allah, bismillah SEMANGAT." antara ingin dan tidak ingin mengerjakannya.
"Halah kalau kamu sih cepet itu ngitungnya." jawaban tenang dari si A temanku.
"Semoga Ya Allah, aamiiin." dalam batin lalu pergi mencari tempat untuk mengerjakan.

Sholat, Tahun Baru, dan Sosok yang Hilang

Minggu, November 27, 2011 0
Jumat Semangat, 29 Dhulhijjah 1432 H.

Send messages to  Mamaku Tercinta:
7.00, Me: "Ma di mana? tak telepon ya?"
7.10, Mama: "sudah di Polindes Nduk, sebentar lagi mau berangkat ke kampus, mama UTS, gimana jadi pulang?"

mengapa mama masih mempertanyakan ini...
padahal kemarin lusa sudah ada keputusannya..
(memutar-mutar otak, masih memikirkan)
sambil melangkahkan kaki pergi kuliah...

9.15, Me: "Ndak jadi Ma.."
(membalas dengan berat hati)

#Masuk Kuliah..

...selesai Kuliah, ku buka layar HP..
10.30, Mama: "ya sudah, gak papa, sebenarnya semua sudah kangen."
(aliran darah naik seketika, ada kaca-kaca di arah pandangan ke depanku)
keluar ruangan kuliah rasanya campur aduk..

Semua Ada Masanya

Sabtu, November 26, 2011 2
Jumat Semangat, 29 Dhulhijjah 1432 H.

Send messages to  Mamaku Tercinta:
7.00, Me: "Ma di mana? tak telepon ya?"
7.10, Mama: "sudah di Polindes Nduk, sebentar lagi mau berangkat ke kampus, mama UTS, gimana jadi pulang?"

mengapa mama masih mempertanyakan ini...
padahal kemarin lusa sudah ada keputusannya..
(memutar-mutar otak, masih memikirkan)
sambil melangkahkan kaki pergi kuliah...

9.15, Me: "Ndak jadi Ma.."
(membalas dengan berat hati)

#Masuk Kuliah..

...selesai Kuliah, ku buka layar HP..
10.30, Mama: "ya sudah, gak papa, sebenarnya semua sudah kangen."
(aliran darah naik seketika, ada kaca-kaca di arah pandangan ke depanku)
keluar ruangan kuliah rasanya campur aduk..

Belajar dari Alkisah Para Pencari Tuhan

Belajar dari Alkisah Para Pencari Tuhan

Jumat, November 04, 2011 0
Siang itu, istri Asrul sedang mengajari mengaji ketiga anaknya di ruang tamu sedangkan Asrul makan siang di meja makan bersama Udin satpam di kampungnya. Mereka memperbincangkan sesuatu.
Asrul: “Anak jaman sekarang pergaulannya sangat bebas dan berbahaya.”
Udin: “Iya Srul, saya begitu prihatin melihatnya.”
Istri Asrul pergi ke dapur mengambil lauk dan membawanya ke meja makan tempat mereka berbincang.
Asrul: “Din, aku bersyukur ketiga anakku suka membaca al-qur’an seperti itu, bukan membaca sms seperti anak jaman sekarang. Mereka setiap hari pegangannya al-qur’an, bukan memegang handphone. Aku merasa Allah begitu dekat denganku. Allah begitu mencintai keluargaku.”
Istri Asrul: “Bang, apa yang Abang rasakan ketika berbicara seperti itu.”
Asrul: “Ya, Abang merasakan Allah begitu dekat dengan kita Dik.”
Istri Asrul: “Syukurlah jika memang Allah begitu dekat dengan kita Bang. Namun jika Abang berkata seperti itu bisa jadi Allah memalingkan wajahNYA ke.. ke..”
Istri Arul sedikit ragu untuk meneruskan perkataannya. Tiba-tiba Udin menyambung perkataan istri Asrul sambil terus memakan makanannya.
Udin: “ke arah lain.”
Istri Asrul: “Itu (Sambil menunjuk kearah Udin ) bisa jadi Allah memalingkan wajahNYA ke arah lain. Bang, tugas kita hanya mencari dan terus mengharapkan keridhoan Allah.” 

*PELANGI Tetap Indah Di Sana

Minggu, Oktober 30, 2011
Briefing evaluasi panitia PENSAMI 2011 Forkalam Fmipa-ub by M. Indrawan Yepe (Founder and master trainer Quantum Confidence, director PINTU Indonesia).

*Dengan banyak tambahan penjelasan.
3 kunci sikap yg harus dilakukan:
1. Berbakti kepada kedua orangtua
Jaga komunikasi baik, selalu. Kesuksesan tanpa berbakti kepada orgtua adlh mustahil. Buktikan saja sendiri, cari orang-orang sukses. Wawancarai dari Presiden sampai menteri-menteri anggota dewannya. Keberhasilan mereka tak lepas karena berbakti kepada kedua orangtua.
*
“Dan beribadalah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”.(QS,An-Nisaa’:36)
“ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Ya Allah sayangilah mereka keduanya, sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil”.(QS,Al-Israa’ :24).

2. Berlapang dada
Jika dicaci maki, katakan: Alhamdulillah. Belum tentu orang-orang yang mencaci maki lebih baik dari orang-orang yang dicaci maki. Rasakan benar-benar, betapa indah ketika kita dicaci maki.
*
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat. maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS,Al-Hujurat :11)


3. Mengayomi
Siapa yang berani melawan perbedaan? Seorang yang kembar identik sekali pun pasti mempunyai perbedaan. Tiada yang bisa memaksakan iman seseorang. Tiada yang bisa memaksakan sikap seseorang, kamu harus begini, begitu. Tiada yang bisa memaksakan sesuatu sesuai kehendak kita, yang bisa kita lakukan adalah mengayomi semua orang.
Perbedaan adalah hukum alam yang tak bisa dilawan. 
*
Mbah Uti Ingin Naik Haji

Mbah Uti Ingin Naik Haji

Rabu, Juli 27, 2011 0
“Nduk Ni, Ahad pendak besuk tak ajak neng Dome yo Ni. Mbah entuk undangan iki lho Ni..”
 (baca: “Ni, Ahad besuk tak ajak ke Dome ya. Mbah dapat undangan ini lho Ni.”)
Dengan pelan dan lirih mbah uti menyampaikan keinginannya untuk datang ke ta’aruf haji di Dome Unmuh Ponorogo bersama mbak Saini. Mbak Saini adalah orang yang merawat mbah 2 bulan terakhir ini hingga ajal menjemput. Entah kenapa mbah uti menjadi ragu untuk bisa menghadiri undangan itu. Kondisi fisiknya yang sekarang berbeda dengan 2 tahun yang lalu. Akhir-akhir ini mbah uti harus memakai kursi roda. Dalam benaknya, ada sedikit rasa kecil hati. Apakah ia bisa atau tidak, menunaikan haji dengan kondisi yang sekarang.

Sudah sejak lama mbah ingin pergi Haji. Alhamdulillah mbah uti dan mbah kakung akhirnya mendapat kloter berangkat ke tanah haram tahun depan (2012). Setelah sebelumnya perjuangan untuk memenuhi rukun islam kelima itu penuh aral dan rintangan.
Sekitar 2 tahun lalu mbah uti bertanya pada salah satu adiknya ayah yang nomor 5, Bulik Dewi Aisyah:
“Piye ya Nduk carane ben rada enteng? Bune selak ndang pengen mangkat haji.”
(baca: “gimana ya Nak caranya biar lebih ringan? Ibu ingin segera berangkat haji.”)
“Bu, sebenarnya kekurangan biayanya tinggal sedikit. Ibu nabung pripun? Uang pensiunan sedikit disisihkan, terus dimasukkan koperasi, ” Solusi bulik memberi secercah harapan buat mbah uti.
Peristiwa yang paling mengharukan setelah perbincangan ini. Peristiwa yang kami ketahui setelah malaikat nyawa menggandeng mbah uti ke perjalanan selanjutnya.

Satu Doa Untukku, Hilang.

Rabu, Juli 20, 2011 0

Satu doa untukku, hilang. Tak akan ada lagi yg mendoakanku dgn doa paling panjang kata2nya, sepanjang kereta api yg paling panjang. Yaa Allah, lapangkanlah kuburx, terangilah perjalananx. Jadikanlah ia ahli surga.


Ahad, 17 Juli 2011

Pagi itu susana hati tak begitu terang

Ada sesuatu hal yang membuatnya sedikit berkabut

Aku melangkah gontai menyalakan motor

Menuju rumah bulik yang berada di pedesaan
Cukup jauh dari rumah
Berharap hati bisa sedikit lebih fresh dari sebelumnya
Benar adanya, aku pergi ke Bukit untuk mendaki
Bersama 2 sahabat SMA ku
Setelah sebelumnya makan bubur bikinan salah satu temanku yg rumahx tak jauh dari bukit
Bukit yang cukup terjal
Hanya bermodal keberanian
Alhamdulillah suasana hati menjadi cukup lebih baik dari sebelumnya setelah sampai keatas bukit
Syukurku atas indahnya hari ini, naik bukit bersama 2 sahabat

Belajar Memaafkan

Belajar Memaafkan

Rabu, Juli 13, 2011 0

Having is giving, not collecting

Hai teman2, hari ini saya dapat upgrade hati baguus saat UPGRADING Panitia Probin MABA 2011.
Awalnya menunggu lama
(padahal mengira, sya bakalan terlambat, undangan pukul 07.30 datang pukul 08.00)
Tetapi ternyata tidak, biasa gaya Indonesia.
He.. Itu tak penting, yang penting adalah materinya.

THE POWER OF FORGIVENESS
Mendengar kata ini, saya jadi...
Teringat note-nya Pak Dian "Pernahkan Makan Telur Dengan Cangkangnya"

Beliau dicemooh habis-habisan dengan pengendara motor
Kata-kata yang begitu pedas
Memang lidah tiada bertulang
Ini sepenggal kisah beliau:
"Pernah suatu malam saya bersepeda (bukan motor lho) pulang dari kantor. Saat berbelok menyeberang  ke kanan tiba-tiba ada motor hampir menyerempet saya. Saya sangat terkejut, bukan karena tersenggol, tapi karena makian dari pengendara motor tersebut.


“Kalau mau mati jangan di jalan pak!”. Saya sangat tersinggung dan perasaan kesal saya rasakan sampai tertidur tengah malam."

Lalu, dengan sangat bijaksana, beliau melihat dari sudut pandang paling pojok bagian sudut :)

"Pernahkah teman-teman sarapan telur ceplok yang lezat sambil membayangkan proses keluarnya telur dari induknya? Kalau belum pernah, sebaiknya jangan. Karena pasti akan mengurangi kelezatan sarapan kita. Atau tetap ingin mencoba? Telur yang keluar dari pantat ayam tidak mungkin langsung kita nikmati. Harus kita bersihkan dulu, kita pecahkan cangkangnya agar kita bisa nikmati isinya."