Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Hujan-hujanan

Minggu, April 28, 2013 0
tulisan amburadul, efek kehujanan kemarin, biarin deh
yang penting masih asik dibaca, semoga :-)

sore kemarin, saya hujan-hujanan, hihihi
ini bukan hal yang disengaja, tapi ini hal yang ditakdirkan
bagaimana tidak? 
mendung sore itu berarak ke daerah tempat saya tinggal di rantau, pekat warrnanya.
sedang saya dan seorang kawan harus membeli pisang untuk acara LPJan hari ini
meskipun langit belum meruntuhkan airnya, aku dan kawanku berlarian dengan awan
mengejar waktu agar awan mendung tak segera mendahului kami
kami berlari ke pasar yang tak jauh dari tempat tinggal
dua lirang pisang ijo berhasil kami dapatkan hanya dengan uang 20.000 rupiah
kami senang, namun setelah kami senang, awan pun ikut riang
awan itu terlalu riang hingga tak kuasa untuk segera meneteskan airnya sebelum kami pulang
tak jauh dari tempat kami membeli pisang, kami segera membentangkan payung
namun kami juga berteduh menunggu di teras pertokoan karena hujan terlalu lebat
cukup lama, lama sekali, hingga sebenarnya belum terlalu reda, namun kami memutuskan untuk...
menerjang hujankami berlarian pulang dengan melepas alas kaki dan mengabaikan payung
lalu lintas jalan padat dalam keadaan aspal banjir
mobil, motor, lalu lalang di atas aspal 
berkali-kali kami terkena ombaknya dan akhirnya pun kami basah semua
seperti anak kecil, bermain-main air, berlarian riang di bawah hujan di atas aliran air
jres, jres, berkali-kali kami terkena ombakan air yang diterjang ban kendaraan
dengan menikmati rintikan hujan yang mereda dari atas langit
begitu keindahan masa kecil yang terulang sore itu

siapa yang senang hujan-hujanan waktu kecil?
menerjang hujan, indah dan menyenangkan :)


"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An-Nuur: 43)

Ada Cerita dalam Perjalanan ke Kediri

Senin, April 22, 2013 0
Inilah para tersangka pemakai mobil pribadi ustadz Azhar Reza itu, perkenalkan:
sopir Pak Bos, jukir mas Kapit, Asisten Momo, penumpang: mbak Zie, Embun, Moli, mbak Heni, Cahya.
Dari sebelum si sopir datang membawa mobil sampai kita baru saja menaiki mobil, suasana teramai adalah mobil rombongan dengan sopir si bos Adib. Jauh berbeda dan sangat berbeda, tidak persis sama sekali bahkan, dengan mobil sebelah yang disopiri Pak Igo. Suasana formal dan adem ayem, suasana murottal dan nasyid Bang Maher Zein berada di rombongan sebelah. Rombongan kami? masya Allah sepertinya setelah ini kita harus melakukan taubat nasional. Mulai dari ke-error-an radiator memperingatkan kami, sampai salah memasukkan CD ke VCD Player hingga ternyata menyebabkan kerusakan TV dan Player-nya? Lebaran, sepertinya kita harus silaturahiim ke rumah ustadz Azhar Reza ni, kudu, hhe.
Namun kegilaan terus berlanjut dan tak berhenti sampai di situ, karena sebelumnya kami belum tahu apa-apa tentang kerusakan VCD Player tersebut. Ada pertanda setelah salah memasukkan CD ke Player-nya, semcam bau gosong, semua bingung, tapi kata Si Sopir bau solar, jadi kita ya tenang-tenang saja :)
Semua ini bukan karena kita tak mengerti apa yang seharusnya kami lakukan, bagaimana kami bersikap baik. Bukan, ini semua karena agar si sopir tidak mengantuk. Bahaya jika hal ini terjadi, membawa tujuh nyawa anak orang, heheh. Anehnya memang berbeda antara kedua mobil, ibarat jalan kami zigzag, jalan mobil satunya lurus. Mobil sebelah murottal dan maherzein, mobil kami pop-barat- eh ada nasyid sedikit :D
Sampai saya nyeletuk: "mbak Zie, ni Adib paling gedek-gedek, melihat kita semua ya? Dib, FLP yang asli mobil depan itu (sambil menunjuk avanza putih dengan sopir Pak Igo dan suasana murottal di dalamnya, adem ayem)."
"Heleh, wis paham aku." jawab Adib.
Hahahah.... bagaimana tidak sangat berkesan perjalanan ini, salah satunya terdapat manusia langka di mobil kami. Ia adalah mas Hafidz Mubarok, alias mas kapiittt, DJ reper, sekaligus Jukir pak Sopir. Bagaimana kita tidak terkekeh-kekeh, di saat VCD Player kami memutar lagu Kenangan Terindah by Samsons, tiba-tiba menginjak reff suara mas hafidz memanggil-manggil Bi...Bi...Bi... dalam batinku super cepat memikirkan hal ini, siapa yang dipanggil? nama kami semua yang berada di mobil itu tidak ada yang berpenggalan "Bi", memanggil Adib? jelas Dib, bukan Bi. Apakah mas Hafidz merindukan Abi-nya sehingga memanggil-manggil Abi? Bi...bi...bi...? Oh ternyata pemirsah, si empunya sedang mencoba profesi baru setelah menjadi jukir, yaitu DJ... iyak inilah DJ Kapit: Bi...Bi...Biii..... BILA yang tertulis untuku, adalah yang terbaik untukmu, kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku.
Ada lagi, karena operator sebelah sopir adalah mas Hafdiz Mubarok si DJ, maka jika yang terputar adalah macam lagu suasana galau, maka semua akan berteriak: MAS KAPIIIITTT....NEXT...

Kebakaran, Kebakaran!

Minggu, April 21, 2013 0
Salah satu kewajiban seorang muslim adalah memenuhi undangan saudaranya. Siang itu tak terik tak hujan, biasa saja. Dalam rangka memenuhi undangan sahabat kami dari FLP Malang yang akan menggenapkan separuh agamanya, kami ber-enambelas menjadwalkan keberangkatan pukul 13.00. Undangan akad nikah pukul 15.00, sedangkan resepsi pukul 18.00-21.00. Namun yang telah terjadi adalah kami baru datang di tempat acara pukul 21.10. Semua kejadian ini di luar perkiraan. Manusia hanya bisa merencanakan tapi selebihnya milik Allah semata.
Pukul 14.00 kami baru berangkat keluar dari Malang menuju kediri melewati Batu. Setelah mengisi dua mobil dengan bensin di POM, masuk Batu tiba-tiba mobil APV yang kami tumpangi mengeluarkan asap. Kebakaran, kebakaran! Kami pun panik, Pak Sopir banting setir ke kiri dan memberhentikan mobil. Rombongan satunya yang berada di belakang kami berhenti juga. Cek-cek, kami buka mesin yang berada di depan moncong, terkepul asap yang begitu banyak. Ternyata, dan ternyata, tutup radiator terbuka, otomatis air dari cooling pad tidak bisa mengalir ke radiator. Inilah penyebab mesin menjadi panas. Untung ada seorang bapak-bapak yang baik hatinya. Beliau menjelaskan roda kerja radiator dan cooler. Kebetulan kami berhenti pas di depan bengkel mobil. Ketika meminta air radiator di bengkel itu, kami pun juga mendapatkan sedikit ilmu dari montir-montir bengkel tersebut. 
Cooling system dalam sebuah kendaraan merupakan komponen penting untuk tetap menjaga temperatur kerja mesin agar tidak terjadi overheating. Cooling system terdiri dari radiator-tutup radiator dan selang yang menghubungkan radiator dengan cooling pad. Tutup radiator tidak hanya berfungsi untuk menutup radiator seperti kita menutup botol berisi air kalau sudah di tutup selesai permasalahan karena air tidak keluar. Tutup Radiator berfungsi untuk mempertahankan tekanan pada sistem pendingin mesin mobil. Di dalam system pendinginan kendaraan, ketika temperatur naik secara otomatis suhu air pendingin ikut naik dan tekanan di dalam system ikut naik. Terdapat mekanisme di tutup radiator agar dengan naik nya suhu dan tekanan tidak menyebabkan radiator atau slang radiator meledak. Nah, jika tutup radiator lepas atau terlepas karena tekanan udara terlalu tinggi aliasa kepanasan, maka cooling system tidak bisa bekerja mendinginkan mesin. Sehingga yang terjadi adalah mesin panas, jika terlalu panas maka akan mengeluarkan asap. Hhehe. Jika sudah terlanjur seperti ini, kita dilarang keras langsung memberi air pada radiator. Karena akan merusak radiator. Coba saja kulit kita yang terlalu panas terkena sinar matahari langsung disiram air, pasti akan menjadi gosong. Ditunggu terlebih dahulu hingga benar-benar dingin atau minimal sudah tidak mengeluarkan asap.
Setelah menunggu beberapa menit, mobil kami yang sudah ditinggal rombongan satunya, akhirnya berjalan juga. Ceritanya nih, rombongan kami sedikit ngambek dengan rombongan yang kebagian mobil OK, si putih avanza new. Sudah enak-enak mereka, eh kami ditinggal saat kesusahan? Pilih sakit hati gak nih? Hem, tua itu pasti, dewasa pilihan. Semoga kami memilih dewasa ya, tapi kami memilih melajukan mobil lebih dari tempat mereka menunggu kami, xixixi. Sampai payung di jalan menanjak pegunungan. Mobil berbunyi aneh lagi, sepertinya radiator belum beres. Pak Sopir banting setir ke kanan, menuju payung pertama sambil beristirahat dan memutuskan untuk meminta ganti mobil dan ganti rugi atas ketidaknyamanan ini. Usut punya usut, terrrnyata semua ini adalah mobil rental ustadz Azhar Reza. Alhamdulillah, komunikasi jadi lebih enak, karena Mbak Zie adalah guru wali dari putri ustadz Azhar Reza. Mbak Zie menghubungi istri ustadz, dan disampaikan kepada ustadz, kemudian mbak Zie menyambungkan telepon ustadz kepada Adib si sopir dan walhasil kami akan diganti mobil, horrayy!! tapi mobil kijang, kata Adib. Halah tak apa, yang penting enak dan nyaman. Wal Hasil, ternyata kami diganti mobil pribadi milik ustadz Azhar Reza, kijang krista. Buah dari kesabaran selalu indah, body lama tapi dalemnya empuk super enak! Komentar pak sopir pun beralih menjadi: "wah enak banget ini namanya, pilih inilah daripada avanza." Kami pun bersorak: Lanjuuutttt :D
to be continued....

Sering Dibilang, "Wong Jowo sing Ora Njawani"

Jumat, April 12, 2013 0
Ibuku seorang bidan desa yang juga membuka praktek di rumah. Setiap hari selalu ada pasien yang datang ke rumah untuk periksa kesehatan. Hal yang paling membuatku kelu adalah ketika bahasa kromo inggil-ku tidak karuan saat berinteraksi dengan pasien ibu. Seorang yang paling marah ketika bahasa kromo-ku tidak karuan adalah ayahku. Ayah seorang jawa Ponorogo asli, sedangkan ibu rantauan dari Gresik. Jawa bagian utara biasanya mempunyai bahasa yang agak kasar. Karena bahasa Jawa yang blasteran dari kedua orangtuaku inilah, akhirnya muncul bahasa Jawa yang tidak njawani, hehe. Serba salah pokoknya, karena jika aku harus memakai bahasa Jawa maka aku bisa memakai bahasa Jawa yang tidak jelek namun juga  bukan bahasa Jawa kromo yang paling bagus dan halus. Akhirnya aku memutuskan untuk berbahasa Indonesia jika kromo inggil-nya tidak tahu, hehe tambah dobel lucu bin aneh. Apa boleh buat, aku pun juga memikirkan kesopanan dalam berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terkadang aku memikirkan bahwa berbahasa Indonesia dengan orangtua dari Jawa itu tidak sopan. Harus menggunakan bahasa Jawa kromo inggil. Nah, ketika lupa bahasa kromo-nya bagaimana? Bisa mati kutu aku, akhirnya aku pakailah bahasa Indonesia di tengah-tengah pengucapan bahasa kromo-ku, bayangkan? Alhasil bahasa campur-campurlah yang terjadi, hihe.

Hal terlucu ketika saudariku dari Slahung (nama salah satu desa di kotaku, biasanya orang desa adalah orang-orang hebat dalam berbahasa Jawa, tidak seperti aku orang peralihan), ia teman sekelas ketika SMA datang berkunjung silaturahiim ke rumah, kangen ceritanya. Bertepatan dengan pasien ibuku yang datang periksa. Kebetulan ibu sedang berada di polindes sehingga tidak buka praktek di rumah. Interaksiku dengan pasien ibu dimulai, diam-diam saudariku ternyata menyimak pembicaraan ini: "Ngapunten Buk, mama dateng Polindes, dereng pulang, masih nanti jam 12" Sambil tersenyum aku mengakhiri permintaan maafku karena ibu tidak ada di rumah. Jujur, aneh terasa lidah ini ketika mengucapkan bahasa campur-campur itu. Meskipun aku mengucapkannya sambil tersenyum dan dengan nada sopan banget, tetaplah aneh. Aku berbalik ke dalam rumah setelah pasien ibu memahami permintaan maafku dan berpamitan denganku untuk pulang. Saudariku yang berada di ruang tamu dalam rumah tertawa terpingkal-pingkal, pipiku pun bersemu merah, malu, dan segera memahami bahwa ia tertawa karena bahasaku yang aneh bin campur-campur. 
"Kenapa ukhti? Bahasaku aneh ya? Kalo kayak gitu tambah gak sopan ya ukh?
"Iya no, nak malah ndak sopan, hihi, pakai bahasa Indonesia aja lebih baik, daripada campur-campur." Jawab temanku dari desa yang pastinya lebih jago tata krama bahasa Inggil.
Hehe, ternyata ketakutanku terjadi. Bahasa Indonesia takut tidak sopan, bahasa Jawa kromo-inggil takut berhenti di tengah-tengah karena tidak tahu kromo-nya. Alhasil bahasa campur-campur, tapi tambah salah! Sudah aneh pakai salah -_-'

Tronton Raksasa

Jumat, Maret 29, 2013 0


Teringat saat ayah memaksaku untuk kursus mengemudi mobil. Tiga bulan lamanya aku kursus agar bisa nyetir mobil. Awalnya aku tidak setuju dengan paksaan ayah yang menuntutku harus bisa mengemudi mobil. Seorang wanita tidaklah wajib mengemudi mobil, pikirku. Namun apalah daya, aku hanyalah seorang anak yang harus mematuhi ayah tercinta.
Alasan ayah yang membuatku tak berdaya untuk menolak.
“Sunnah Rasulullah menyuruh mengajari anak-anaknya untuk berkuda. Di jaman Rasulullah memang menggunakan kuda, namun di  jaman kita sudah gak jaman kuda, adanya mobil. Berkuda dalam arti luas berarti bisa menunggang kendaraan yang membantu perjalanan jarak jauh. Nah, bisa juga nanti menggantikan ayah nyopir di saat mudik. Biar kalau ayah capek ada yang ganti. Atau jika Ayah sudah tidak ada, kalian (kamu, mama, dan adik-adik) bisa Ayah lepas dan tetap berpergian dengan aman menggunakan mobil.”
Menurut ayah di dalam mobil lebih aman jika harus ke mana-mana dengan jarak yang jauh.
Ketika itu barusan lulus dari kursus mengemudi awal tahun 2008. Langsung di uji deh tuh saya sama ayah. Waktu pergi ke pengajian ahad pagi. Pergi dari rumah ke tempat pengajian bersama ayah. Masih sedikit amatir, dredeg-dredeg gimana gitu rasanya jantungku, tapi harus berani. Dan akhirnya terbukti sampai ke parkiran, xixixi. Dan pulangnya dari ahad pagi, coba bayangkan. Di tengah keramaian jamaah yang bubar dari pengajian seumbruk-umbruk itu. Aku dipaksa ayah ngeluarin mobil dari parkiran dengan pagar yang pas-pasan dan lalu lalang kendaraan yang crowded, huhuhu. Ayaaaaaaahkuuu tegaa benaar. Tapi paksaan ini akhirnya membuahkan hasil, aku bisa pulang dengan selamat. Subhanaallah, Alhamdulillah, Allahuakbar!! *Ndesit
Ada lagi yang paling menegangkan di antara kedua kejadian itu. Pergi ke Gresik. Sesampainya di jalan
terabasan tiba-tiba ayah berhenti. Tepatnya di jalanan terabasan daerah Krian. Di situ ada yang namanya
Longing, Secret, and Awesome

Longing, Secret, and Awesome

Selasa, Januari 08, 2013 0

Bismillah, catatan ini kutulis setelah iseng-iseng melihat foto-foto, dan tak sengaja menemukan foto-foto ketika liburan bersama teman-teman FLP di Batu Secret Zoo (BSZ). Tiba-tiba gemuruh batinku mengingat sesuatu. Selain teringat sebuah janji menulis kepada Pak Dian tentang perjalanan liburan ke BSZ, foto-foto ini mengingatkanku pada suatu rasa yang campur aduk, yang jelas rasa ini bernama KANGEN. Sungguh, dari ujung rambut hingga ujung ibu jari kakiku, aku merindukan teman-teman FLP. Semoga tanggal pertemuan kita yang telah dijanjikan terasa tidak lama ya.

Masih ingatkah ketika itu kita bersiap menuju Batu Secret Zoo dengan naik angkot? Kita berkumpul di Terminal Landungsari. Hal yang paling kuingat adalah aku mencicipi kepada kalian brownies buatanku. Satu rahasia, brownies itu kubuat dengan meminjam dapur mbak Wulan, H-1 sebelum keberangkatan kita menuju Batu. Pokoknya hari itu serba merepotkan mbak Wulan. Tapi, semoga rasanya tidak mengecewakan, yang jelas aku membuatnya dengan sepenuh CINTA :)
Perjalanan ke Batu yang begitu menyenangkan.

Sesampainya di BSZ, kita sarapan dengan ayam dan minum susu segar dari DAU. Pokoknya semua kelengkapan gizi kita sebelum masuk BSZ serba sudah siap, dan orang-orang di balik layar atas semua itu, tereng-tereng.... Inilah PAHLAWAN PERUT KITA, Mbak Agie dan Ibunya + Pak Day. Arigato Gozaimash :)
Kebayaaang betapaa serunya piknik kita waktu itu.

Tak lama, sebelum kita masuk BSZ, ternyata eh ternyata kita harus mengantri (padahal tiket sudah di tangan). Hem karena pengunjung yang banyak sekali, dua kali, tiga kali, maka kita harus mengantri sodara-sodara. Sudah mirip antrian jatah sembako atau subsidi BBM gak sih? hoho. Okeh, eitz ada yang ketinggalan sebelum itu, ibu-ibu pada hunting dulu nih di pasar depan BSZ, hunting TOPI, aha kan lebih cakepan pake topi, ups tapi pada seragam semua nih modelnya, kayak anak panti dari yayasan manaa gitu :P Tapii, emang kita pikirin?? kagaaak, kita kan se-hati beribu cinta ya buu :) *lirik Maulida dan mbak Lin

Yak, saatnya yang ditunggu-tunggu, kita masuk  BSZ teman-teman, tak lupa NARSIS dulu, action ^_~ *gubrak